Arti Kata "negativistik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "negativistik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

negativistik

ne·ga·ti·vis·tik /négativistik/ a berkenaan dng negativisme: keraguan itu timbul krn ketidaktahuan belaka atau oleh sikap -- thd sesuatu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "negativistik"

📝 Contoh Penggunaan kata "negativistik" dalam Kalimat

1.Dalam psikologi, teori negativistik menjelaskan perilaku manusia yang lebih condong ke arah negatif.
2.Pernyataan negativistik dari kritikus film telah membuatnya banyak berselisih dengan sutradara film tersebut.
3.Pendidik harus berhati-hati dalam menghadapi siswa yang memiliki sikap negativistik terhadap pelajaran.
4.Ia memiliki kecenderungan negativistik dalam menghadapi tantangan baru di tempat kerja.
5.Kritik negativistik terhadap sistem pemerintahan telah menimbulkan protes dari masyarakat.

📚 Artikel terkait kata "negativistik"

Mengenal Kata 'negativistik' - Inspirasi dan Motivasi

Kata Negativistik: Pengertian dan Contoh Penggunaan

Kata negativistik berasal dari kata sifat negativisme, yang berarti berkenaan dengan negativisme. Dalam konteks historis, kata ini digunakan untuk menggambarkan sikap atau perilaku yang cenderung mengemukakan kekurangan atau kelemahan, tanpa memberikan penjelasan atau alasan yang jelas. Dalam budaya Indonesia modern, kata negativistik masih digunakan untuk menggambarkan sikap atau perilaku yang cenderung memandang keburukan atau kelemahan dalam hal tertentu. Dalam kehidupan sehari-hari, kata negativistik sering digunakan untuk menggambarkan sikap atau perilaku yang cenderung mengemukakan kekurangan atau kelemahan dalam hal tertentu. Misalnya, "Dia selalu memiliki pendapat negativistik tentang proyek ini, mengatakan bahwa itu tidak akan berhasil." Atau, "Sikap negativistik beliau membuat orang lain merasa tidak percaya diri." Contoh lainnya adalah, "Dia memiliki sikap negativistik terhadap ide tersebut, mengatakan bahwa itu tidak praktis." Dalam budaya Indonesia modern, kata negativistik masih digunakan untuk menggambarkan sikap atau perilaku yang cenderung memandang keburukan atau kelemahan dalam hal tertentu. Namun, perlu diingat bahwa sikap atau perilaku negativistik tidak selalu bermanfaat, karena dapat membuat orang lain merasa tidak percaya diri atau tidak berani mengambil tindakan. Oleh karena itu, penting untuk menjaga sikap atau perilaku yang positif dan konstruktif, serta tidak terlalu memandang keburukan atau kelemahan dalam hal tertentu.