Arti Kata "anulir" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "anulir" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

anulir

anu·lir, meng·a·nu·lir v menganggap tidak sah (tidak berlaku); membatalkan: wasit ~ gol itu krn penyerangnya sudah menyentuh bola

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "anulir"

📝 Contoh Penggunaan kata "anulir" dalam Kalimat

1.Pengacara tersebut meminta untuk anulir kontrak yang telah disepakati sebelumnya.
2.Kami harus segera mengajukan permohonan anulir untuk pembatalan pesanan tersebut.
3.Saya tidak pernah mendengar proses anulir dalam transaksi jual beli sebelumnya.
4.Pemerintah mengeluarkan kebijakan anulir untuk menghentikan proyek kontroversial tersebut.
5.Pembatalan acara tersebut dilakukan dengan proses anulir yang terstruktur dan jelas.

📚 Artikel terkait kata "anulir"

Arti Kata anulir Menurut KBBI - Kamus Besar Bahasa Indonesia

Definisi Anulir

Anulir adalah kata benda yang memiliki arti pembatalan atau penghapusan suatu kesepakatan, perjanjian, atau kontrak. Proses anulir biasanya dilakukan ketika terdapat ketidaksepakatan antara pihak-pihak yang terlibat atau ada perubahan kondisi yang mengharuskan pembatalan kesepakatan yang telah dibuat sebelumnya.

Proses anulir sering kali melibatkan prosedur tertentu yang harus diikuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Misalnya, dalam dunia bisnis, anulir dapat dilakukan melalui pengajuan permohonan resmi kepada pihak yang berwenang atau melalui proses mediasi untuk mencapai kesepakatan pembatalan.

Contoh penggunaan kata anulir adalah dalam konteks pembatalan transaksi jual beli, perjanjian kerjasama, atau kontrak layanan. Ketika terjadi ketidaksepakatan antara penjual dan pembeli, salah satu pihak dapat mengajukan permohonan anulir untuk mengakhiri transaksi tersebut.

Proses anulir juga dapat terjadi dalam konteks hukum, di mana pengadilan dapat memutuskan untuk anulir suatu perjanjian berdasarkan alasan-alasan yang sah. Sebelum melakukan anulir, pihak terkait biasanya harus menyampaikan alasan yang jelas dan bukti yang mendukung pembatalan tersebut.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita mungkin sering mengalami situasi di mana perlu dilakukan anulir terhadap suatu kesepakatan atau transaksi. Penting untuk memahami prosedur dan konsekuensi dari proses anulir agar dapat menghindari sengketa atau masalah yang lebih besar di kemudian hari.