Arti Kata "multikulturalisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "multikulturalisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

multikulturalisme

mul·ti·kul·tu·ral·is·me n gejala pd seseorang atau suatu masyarakat yg ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dr satu kebudayaan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "multikulturalisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "multikulturalisme" dalam Kalimat

1.Dalam masyarakat multikultural, nilai-nilai keagamaan dan budaya sangat beragam.
2.Kita harus belajar menghargai dan menghormati keberagaman multikulturalisme di dalam negara kita.
3.Pendidikan multikulturalisme dapat membantu meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap budaya lain.
4.Dalam konteks globalisasi, multikulturalisme menjadi semakin penting sebagai aspek penting dalam pembangunan.
5.Kita harus berusaha membangun masyarakat yang multikultural dan inklusif untuk menciptakan keharmonisan sosial.

📚 Artikel terkait kata "multikulturalisme"

Mengenal Kata 'multikulturalisme' - Inspirasi dan Motivasi

Multikulturalisme: Menyambut Keragaman dalam Masyarakat

Multikulturalisme adalah fenomena sosial yang semakin umum ditemukan dalam masyarakat modern. Dalam arti resmi, multikulturalisme adalah gejala pada seseorang atau suatu masyarakat yang ditandai oleh kebiasaan menggunakan lebih dari satu budaya. Hal ini menandai perubahan paradigma dari monokulturalisme, di mana satu budaya dominan dan ditonjolkan, ke arah kehidupan yang lebih inklusif dan beragam. Dalam konteks sejarah, multikulturalisme dipengaruhi oleh proses migrasi dan kolonialisme. Masyarakat yang dulunya homogen dan terpusat di satu daerah, sekarang menjadi lebih beragam dan kompleks. Orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda bercampur dan berinteraksi, membentuk suatu masyarakat yang majemuk. Dalam beberapa dekade terakhir, multikulturalisme menjadi tema yang menonjol dalam diskusi sosial dan politik. Multikulturalisme dapat dilihat dalam beberapa contoh kalimat sehari-hari. Misalnya, sebuah sekolah yang berada di daerah perkotaan dengan populasi yang sangat beragam mungkin memiliki kebijakan untuk menghormati dan menghargai semua agama dan tradisi. Dalam situasi seperti ini, sekolah tersebut menunjukkan sikap multikulturalisme dengan menerima dan mengakui perbedaan-perbedaan antar warga. Contoh lainnya, sebuah acara festival budaya yang menampilkan perpaduan antara musik, tarian, dan pakaian dari berbagai budaya dapat dianggap sebagai manifestasi multikulturalisme. Dengan demikian, multikulturalisme tidak hanya terbatas pada teori, tetapi juga dapat diamati dalam kehidupan sehari-hari. Seiring berjalannya waktu, multikulturalisme semakin diterima dan dipahami sebagai kebutuhan masyarakat yang majemuk. Dalam konteks Indonesia, multikulturalisme dapat dilihat dalam keragaman budaya, bahasa, dan agama yang ada di berbagai wilayah. Dengan mengakui dan menghargai perbedaan-perbedaan ini, kita dapat membangun masyarakat yang lebih harmonis dan inklusif. Oleh karena itu, multikulturalisme merupakan konsep yang sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern.