Arti Kata "muka" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "muka" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

muka

mu·ka n 1 bagian depan kepala, dr dahi atas sampai ke dagu dan antara telinga yg satu dan telinga yg lain: setiap pagi ia membasuh -- nya dng air hangat; 2 wajah; air muka; rupa muka: disambut dng -- manis; 3 orang: pd malam itu kita dikenalkan dng beberapa -- baru; 4 bagian luar sebelah depan; depan; hadapan: mereka menunggu kami di -- kantor; 5 sisi bagian (sebelah depan): bagian -- rumah itu dibuat bergaya Spanyol; 6 halaman (buku); pagina: bagian yg kaucari itu terdapat dl bukumu pd -- 10; 7 bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb); permukaan: segala yg ada di -- bumi; 8 yg dahulu; yg terdahulu: di -- sudah saya uraikan tt hal itu; 9 yg akan datang: minggu --; mereka akan menikah pd bulan -- ini;
-- bagai ditampar dng kulit babi, pb hal orang yg tidak tahu malu; seseorang yg kelihatannya senang dan kaya, tetapi yg sebenarnya hidup dng utang; berminyak -- nya, pb senang; gembira; bertemu -- dng tedung, pb bertemu (berharap-harap) antara dua orang yg sama-sama kuat (pandai); buruk -- cermin dibelah, pb krn kesalahan (kebodohan) sendiri, orang lain dipersalahkan; merah padam -- nya, pb marah sekali; tarik -- dua belas, pb perihal orang yg sangat kecewa dan kelihatan selalu kesal; terpecak peluh di -- , pb malu sekali; beralih -- , ki membuang muka; memberi -- , ki memberi hati; tidak memalukan;
-- air tanah Tek batas atas zona kandungan air yg jenuh; -- badak ki tidak mempunyai rasa malu; -- bantal ujung bantal yg disulam atau disekat; -- berbakat bopeng (bekas cacar); -- berkilat tampak gembira; -- kecut muka masam; -- manis 1 wajah yg menarik hati; 2 wajah yg riang gembira (dng senyum dsb); -- masam 1 wajah yg tidak menarik; 2 wajah yg cemberut, merengut, dsb (krn merasa tidak senang dsb); -- papan ki tidak tahu malu; -- sabak muka seakan-akan mau menangis, tetapi belum mencucurkan air mata; -- tebal ki tidak mempunyai malu; -- tembem muka yg gemuk;
mu·ka-mu·ka (dng -) hanya pd lahirnya; tidak tulus hati; bermuka-muka;
ber·mu·ka v mempunyai muka; ada mukanya; dng muka: - spt raksasa; tidak -, malu;
- dinding tidak mempunyai perasaan malu; - dua 1 tidak jujur; 2 tidak satu pendiriannya; bercabang pendirian; - kayu tidak punya rasa malu; tidak bermuka; - keruh tampak tidak senang; - licin tampak spt orang kaya; - manis memperlihatkan muka manis (ramah tamah); - papan bermuka dinding; - suram tampak murung; - tebal bermuka din-ding; - tembok bermuka dinding;
ber·mu·ka-mu·ka 1 v berhadapan muka; di depan muka; di depan orang: diadakan pertemuan - antara para kepala suku; 2 adv terus terang; terang-terangan: marilah kita bicarakan secara -; 3 adv ki hanya lahirnya saja baik, hatinya tidak; hanya bermanis-manis: kerjakanlah setulus hatimu, jangan -; 4 num berhalaman-halaman; berlembar-lembar (tt buku): uraian - itu, sebenarnya dapat diringkaskan dl dua atau tiga kalimat saja;
per·mu·ka·an n bidang rata di atas suatu benda (air, laut, bumi, dsb): timbul di atas - air; - daun itu kalau diraba terasa spt beledu;
pe·mu·ka n orang yg menjadi pemimpin; penganjur: Pak Lurah sbg - masyarakat desa itu sangat disegani;
se·mu·ka 1 a sama mukanya; 2 v berhadapan muka;
ber·se·mu·ka v 1 berhadapan-hadapan muka; 2 bertemu muka (dng); berhadapan langsung (dng); bertatap muka (dng); 3 ki berterus terang; terang-terangan;
me·nye·mu·ka·kan v mempertemukan; berhadap-hadapan: - saksi dng terdakwa;
di mu·ka v 1 di depan; di hadapan: - umum, di depan orang banyak; 2 di hadapan muka; dng terang-terangan: engkau harus berani bicara -, jangan mengomel di belakang saja; 3 dahulu sebelum: -- puasa, menjelang puasa;
ke mu·ka v ke depan; maju: sekarang -, sejak kini dan selanjutnya;
me·nge·mu·ka v menjadi ke muka; muncul ke muka (permukaan): dr ribut-ribut itu dua masalah inti -;
me·nge·mu·ka·kan v 1 membawa ke muka; memajukan: ia - kursinya ke meja agar lebih mudah menulis; 2 mengajukan (pendapat, pikiran, dsb) ke hadapan (orang, pembaca, pendengar) untuk dipertimbangkan; mengatakan; mengutarakan; mengetengahkan: engkau jangan ragu-ragu - pendapat dl rapat itu; ia - usul yg sulit diterima; 3 menganjurkan; mengusulkan: para warga sepakat - bapak guru itu sbg ketua rukun tetangga;
ter·ke·mu·ka a 1 terpandang (disegani krn kedudukannya, kekayaannya, kepandaiannya, dsb); ternama; terkenal: peresmian penggunaan balai desa dihadiri oleh orang-orang - di daerah itu; 2 paling baik (unggul, pandai, dsb) di antara yg lain-lain: pemain catur - di dunia;
pe·nge·mu·ka·an n proses, cara. perbuatan mengemukakan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "muka"

📝 Contoh Penggunaan kata "muka" dalam Kalimat

1.Siswa tersebut harus menunjukkan wajah yang tenang dan tidak gugup saat menghadapi ujian.
2.Pada malam itu, kita dikenalkan dengan beberapa wajah baru di pesta pernikahan.
3.Para atlit diharapkan dapat menampilkan wajah yang kuat dan percaya diri saat bertanding.
4.Pemimpin masyarakat harus memiliki wajah yang ramah dan bijak dalam menyelesaikan masalah.
5.Saya merasa malu saat melihat wajah yang penuh kemarahan dan kesal ketika teman saya menolak membantu saya.

📚 Artikel terkait kata "muka"

Mengenal Kata 'muka' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Muka" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "muka" adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Namun, apakah kamu sudah menyadari makna dan konteks historis/sosial dari kata ini? Kata "muka" memiliki banyak arti, mulai dari bagian depan kepala, wajah, orang, hingga permukaan. Dalam bahasa Indonesia kuno, kata "muka" digunakan sebagai kata ganti untuk mengacu pada individu atau kelompok. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "muka" digunakan dalam banyak konteks. Sebagai contoh, "Dia membasuh muka-nya dengan air hangat setiap pagi" atau "Wajahnya memerah padam ketika dia mendengar berita buruk". Kata "muka" juga digunakan dalam kalimat yang lebih formal, seperti "Pertemuan antara para kepala suku diadakan di depan muka-nya". Dalam budaya Indonesia modern, kata "muka" memiliki makna yang lebih luas. Dalam konteks sosial, kata "muka" digunakan untuk mengacu pada reputasi atau pengaruh seseorang. Sebagai contoh, "Dia adalah orang yang terpandang di daerah itu" atau "Dia memiliki muka yang buruk karena kesalahan-kesalahannya di masa lalu". Di sisi lain, kata "muka" juga digunakan dalam konteks positif, seperti "Dia memiliki muka yang baik karena kebaikannya".

Kata "Muka" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "muka" memiliki banyak implikasi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks bisnis, kata "muka" digunakan untuk mengacu pada reputasi perusahaan atau produk. Sebagai contoh, "Perusahaan ini memiliki muka yang baik karena keberhasilannya dalam beberapa tahun terakhir". Dalam konteks politik, kata "muka" digunakan untuk mengacu pada reputasi pemimpin atau partai. Sebagai contoh, "Pemimpin ini memiliki muka yang buruk karena kegagalan-kegagalannya".

Menghadapi Muka

Kata "muka" juga digunakan dalam konteks spiritual. Dalam beberapa agama, kata "muka" digunakan untuk mengacu pada kebenaran atau keadilan. Sebagai contoh, "Dia harus menghadapi muka-nya sendiri karena kesalahan-kesalahannya". Dalam konteks personal, kata "muka" digunakan untuk mengacu pada kepercayaan diri atau keberanian. Sebagai contoh, "Dia memiliki muka yang baik karena keberaniannya dalam menghadapi tantangan". Dengan demikian, kata "muka" memiliki banyak arti dan konteks yang luas. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "muka" digunakan dalam banyak konteks, mulai dari bagian depan kepala, wajah, orang, hingga permukaan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "muka" memiliki makna yang lebih luas, seperti reputasi atau pengaruh seseorang.