Arti Kata "mendustakan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mendustakan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mendustakan

men.dus.ta.kan membohongkan; menganggap bohong

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mendustakan"

📝 Contoh Penggunaan kata "mendustakan" dalam Kalimat

1.Dia mendustakan saya dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah melihatnya sebelumnya.
2.Karena kebiasaannya mendustakan, teman-temannya mulai tidak percaya lagi pada apa yang dia katakan.
3.Di dalam novel, karakter utamanya mendustakan kebenaran untuk mencapai tujuannya.
4.Guru memberitahu siswa bahwa tidak boleh mendustakan orang lain dalam kelas.
5.Dia akhirnya mendustakan semua yang dia katakan sebelumnya dan mengakui kesalahannya.

📚 Artikel terkait kata "mendustakan"

Mengenal Kata 'mendustakan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Mendustakan" - Menghadapi Kebenaran dengan Bijak

Kata "mendustakan" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kejadian atau peristiwa yang dianggap bohong atau palsu. Namun, dalam konteks sosial, kata ini lebih sering digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang membohongi atau menganggap sesuatu sebagai bohong. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "mendustakan" digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, kita dapat mendengar seseorang berkata, "Dia mendustakan saya dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah mengatakan hal itu." Dalam kalimat ini, kata "mendustakan" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang membohongi atau menganggap sesuatu sebagai bohong. Contoh lainnya adalah, "Dia mendustakan dirinya sendiri dengan mengatakan bahwa dia tidak pernah memilikinya." Dalam kalimat ini, kata "mendustakan" digunakan untuk menggambarkan perilaku seseorang yang membohongi dirinya sendiri. Kata "mendustakan" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering menghadapi situasi di mana orang lain mendustakan kita dengan mengatakan hal yang tidak benar. Dalam situasi seperti ini, kita harus memiliki kemampuan untuk menghadapi kebenaran dengan bijak dan tidak terjebak dalam situasi yang tidak nyaman. Dengan demikian, kita dapat memahami betapa pentingnya kata "mendustakan" dalam membantu kita menghadapi kebenaran dengan bijak. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kata "mendustakan" memiliki makna yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan kejadian atau peristiwa yang dianggap bohong atau palsu. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar kata "mendustakan" digunakan dalam berbagai konteks, dan memiliki relevansi dalam membantu kita menghadapi kebenaran dengan bijak.