Arti Kata "makan pena" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "makan pena" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

makan pena

Kiasan mencari nafkah dengan jalan karang-mengarang (dalam majalah dan sebagainya)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "makan pena"

📝 Contoh Penggunaan kata "makan pena" dalam Kalimat

1.Dia mencari nafkah sebagai penulis makan pena di majalah populer.
2.Kariernya sebagai penulis makan pena yang sukses membuatnya bangga.
3.Dia memutuskan untuk menjadi penulis makan pena untuk mencari penghasilan tambahan.
4.Sebagai penulis makan pena, dia harus selalu menulis konten menarik dan unik.
5.Dia menemukan kegembiraan dalam menulis sebagai penulis makan pena yang kreatif.

📚 Artikel terkait kata "makan pena"

Mengenal Kata 'makan pena' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Makan Pena" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "makan pena" merupakan istilah yang sudah tidak asing lagi di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam arti resmi, kata ini berarti mencari nafkah dengan jalan karang-mengarang, biasanya di media cetak seperti majalah, koran, atau buku. Konsep ini sudah ada sejak lama, bahkan sejak zaman kolonial Belanda, ketika para penulis sebagai bagian dari intelektualitas nasional mulai mencari cara untuk menghidupi diri dengan menulis. Dalam konteks sejarah, "makan pena" adalah cara para penulis untuk menghasilkan uang dengan menulis, sehingga mereka dapat memenuhi kebutuhan hidup. Mereka biasanya menulis cerita pendek, puisi, atau artikel yang kemudian dipublikasikan di media massa. Dengan demikian, mereka dapat mendapatkan penghasilan untuk membiayai kehidupan. Contoh penggunaan kata "makan pena" dapat dilihat dalam kalimat-kalimat berikut. "Dia adalah seorang penulis yang sukses 'makan pena' dengan menulis novel-novel yang laris di pasaran." "Dia mulai 'makan pena' dengan menulis cerita pendek di media online." "Dia 'makan pena' dengan menulis artikel di koran harian lokal." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "makan pena" masih sangat relevan. Banyak orang yang "makan pena" dengan menulis buku, artikel, atau cerita pendek. Mereka melihat menulis sebagai cara untuk menghasilkan uang dan memenuhi kebutuhan hidup. Bahkan, dengan adanya media online, orang-orang dapat lebih mudah "makan pena" dengan menulis dan mempublikasikan karya mereka secara daring. Dalam budaya Indonesia modern, "makan pena" juga masih dianggap sebagai pilihan yang baik bagi mereka yang ingin menjadi penulis. Banyak orang yang berharap dapat "makan pena" dengan menulis dan mempublikasikan karya mereka, sehingga mereka dapat mendapatkan pengakuan dan penghargaan dari masyarakat.