Arti Kata "kurang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kurang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kurang

ku·rang adv 1 belum atau tidak cukup (sampai, genap, lengkap, tepat, dsb): uangnya masih -- untuk membayar uang sekolah anaknya; 2 (untuk menyatakan bilangan, ukuran, dsb yg) sedikit (satu, dua, dsb) lagi menjadi bilangan bulat: seribu -- sepuluh (990); pukul tujuh -- lima menit (pukul 06.55); 3 belum atau tidak sama dng yg seharusnya: masakan ini -- garam; adukan ini -- semen; 4 (dl perbandingan menyatakan) tidak lebih dr: peserta lomba deklamasi tahun ini -- dr tahun yg lalu; 5 tidak berapa; sedikit: mereka bekerja keras, tetapi penghasilannya --; 6 sesuatu yg tidak ada (yg menyebabkan tidak lengkap, tidak genap, tidak cukup, tidak sempurna, dsb); cacat; cela: kami sekeluarga di sini sehat-sehat saja, tidak -- suatu apa;
-- adab kurang sopan; tidak tahu adat; -- adat kurang ajar; -- air tidak cukup airnya; tidak banyak airnya; -- ajar tidak sopan; tidak tahu sopan santun; -- akal tidak berapa pandai; agak gila; -- asam cak kurang ajar; -- asin cak tidak tahu sopan santun; kurang ajar; -- bahasa tidak tahu sopan santun; -- beres 1 tidak beres; 2 cak agak gila; -- darah 1 penyakit yg disebabkan oleh tidak cukupnya butir darah merah di dl tubuh seseorang; anemia; 2 lesu; -- hati tidak bersemangat tidak berminat; -- iman mudah tergiur; mudah tergoda; -- ingat 1 agak lupa; tidak berapa ingat; 2 kurang hati-hati; -- ingatan agak gila sedikit; -- jadi tidak banyak buahnya atau tidak banyak hasilnya (tt pohon buah-buahan dsb); -- jantan penakut; pengecut; -- lebih kira-kira; lebih sedikit atau kurang sedikit; -- perhatian 1 tidak tertujunya perhatian kpd sesuatu; 2 perhatian yg terpecah-pecah dl pendidikan krn adanya perhatian yg ditujukan pd hal-hal lain di luar pelajaran -- periksa tidak tahu; -- pikir tidak dipikirkan baik-baik terlebih dahulu; -- pikiran kurang pandai; bodoh; -- sesen cak agak gila sedikit; -- tenaga 1 tidak bertenaga; tidak kuat; 2 tidak cukup orang yg bekerja; -- terima 1 tidak berterima kasih; tidak tahu membalas budi; 2 tidak puas; 3 tidak senang; -- waras keadaan kejiwaan seseorang dl keadaan tidak normal; agak gila;
ku·rang-ku·rang adv 1 kalau kurang; kalau tidak: ~ hati-hati kita bisa terjebak; 2 sangat kurang; makin kurang; ~ modal, kita bisa gulung tikar;
ber·ku·rang v menjadi kurang (sedikit); susut semakin kurang: penyakitnya sudah ~;
ber·ke·ku·rang·an v ada kekurangannya; dl keadaan serba kurang (miskin): mereka tidak ~ suatu apa pun;
me·ngu·rang v menjadi kurang (susut): arus urbanisasi mulai ~;
me·ngu·rangi v 1 mengambil (memotong) sebagian: pemerintah tidak akan ~ jatah beras pegawai; 2 menjadikan berkurang: kita tidak akan ~ kewaspadaan kita; 3 menurunkan; menjadikan kurang: skandal itu telah ~ harga diri dan kehormatannya;
me·ngu·rang·kan v menyebabkan kurang; menyusutkan: tindak pidana korupsi di kalangan pejabat ~ kepercayaan rakyat kpd pemerintah;
pe·ngu·rang n Mat bilangan yg digunakan untuk mengurangi: kalau angka ~ nya lebih besar, hasilnya negatif;
pe·ngu·rang·an n 1 proses, cara, perbuatan mengurangi atau mengurangkan: ~ pegawai; 2 hitungan tt mengurangi; ~ dan penjumlahan; 3 penyusutan; pembatasan (hak; kuota, dsb); ~ hak demokrasi; ~ kuota impor mobil;
ke·ku·rang·an 1 v tidak mempunyai (sesuatu yg diperlukan); tidak cukup mendapat (beroleh) sesuatu: pd musim kemarau Jakarta sering ~ air; 2 v menderita krn kurang: mereka hidup serba ~; 3 n perihal kurang; 4 n barang apa yg kurang; yg menjadi kurang (yg belum dibayar, digenapi, dsb): saya bayar separuh dulu, ~ nya akan saya bayar bulan depan; tiap orang mempunyai kelebihan dan ~;
~ gizi perihal kesehatan seseorang yg disebabkan oleh kekurangan atau ketidakseimbangan bahan yg dimakan, baik kualitas maupun kuantitas; ~ penduduk kondisi dl masyarakat dng jumlah penduduk terlalu sedikit untuk mencapai atau memelihara tujuan sosial tertentu;
se·ku·rang-ku·rang·nya adv setidak-tidaknya; serendah-rendahnya: ~ tamatan sekolah menengah atas

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kurang"

📝 Contoh Penggunaan kata "kurang" dalam Kalimat

1.Kami sangat mengharapkan adanya dana tambahan untuk proyek ini, tetapi masih kurang untuk mencapai target.
2.Penghasilan rakyat di daerah ini masih kurang dari biaya hidup minimal.
3.Gaji pegawai negeri belum mencapai standar yang seharusnya, jadi masih kurang.
4.Di pasar, harga beras sudah naik lagi, karena pasokan masih kurang.
5.Saya tidak bisa menikmati makan malam karena rasa masakan ini kurang asin.

📚 Artikel terkait kata "kurang"

Mengenal Kata 'kurang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kurang" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "kurang" adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata ini memiliki makna yang luas dan kompleks, yang dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam arti resmi, kata "kurang" dapat diartikan sebagai belum atau tidak cukup sampai, genap, lengkap, tepat, atau lainnya. Dalam konteks historis, kata "kurang" telah digunakan sejak zaman kolonial Belanda, ketika kata ini digunakan untuk menggambarkan kondisi kekurangan sumber daya dan infrastruktur di Indonesia.

Penggunaan Kata "Kurang" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kurang" sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Contoh yang paling umum adalah ketika kita ingin menggambarkan kondisi kekurangan sumber daya. Misalnya, "Uangnya masih kurang untuk membayar uang sekolah anaknya." Atau, "Penghasilannya kurang untuk memenuhi kebutuhan keluarga." Kata "kurang" juga dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi kekurangan waktu atau energi. Misalnya, "Saya kurang waktu untuk menyelesaikan tugas ini." Atau, "Dia kurang energi untuk melakukan olahraga hari ini."

Relevansi Kata "Kurang" dalam Budaya Indonesia Modern

Kata "kurang" memiliki relevansi yang kuat dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks ekonomi, kata "kurang" digunakan untuk menggambarkan kondisi kekurangan sumber daya dan infrastruktur. Misalnya, "Kota besar seperti Jakarta masih mengalami kurangnya fasilitas publik." Atau, "Perusahaan ini mengalami kurangnya modal untuk memulai proyek baru." Dalam konteks sosial, kata "kurang" digunakan untuk menggambarkan kondisi kekurangan kesadaran atau kemampuan. Misalnya, "Masyarakat masih kurang kesadaran tentang pentingnya lingkungan hidup." Atau, "Dia kurang kemampuan untuk menyelesaikan tugas ini." Dalam kesimpulan, kata "kurang" adalah salah satu kata yang paling sering digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata ini memiliki makna yang luas dan kompleks, yang dapat digunakan dalam berbagai konteks. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kurang" digunakan untuk menggambarkan kondisi kekurangan sumber daya, waktu, atau energi. Dalam budaya Indonesia modern, kata "kurang" memiliki relevansi yang kuat dalam konteks ekonomi dan sosial.