Arti Kata "kulai" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kulai" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kulai

1ku·lai, ber·ku·lai v bergantung lemah (spt cabang kayu patah, atau bendera yg tidak berkibar): dahan kayu itu ~ ditiup angin kencang;
ber·ku·lai·an v berkulai;
ter·ku·lai v tergantung lemah; hampir patah, tetapi masih tergantung (tt tangan, cabang kayu, dsb); terkelepai (tt telinga anjing, bendera): mawar itu perlahan-lahan ~ layu

2ku·lai n siput mutiara, Turbo marmoratus

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kulai"

📝 Contoh Penggunaan kata "kulai" dalam Kalimat

1.Dahan kayu itu bergoyang kencang dan hampir terkulai di tengah badai.
2.Mawar itu perlahan-lahan menyerah dan terkulai, kehilangan keindahan alaminya.
3.Dalam cuaca ekstrem, cabang pohon itu terkulai dan tidak mampu menahan beban hujan.
4.Bendera merah putih terkulai di atas tiang karena angin yang kencang.
5.Pada malam hari, telinga anjing itu terkelepai dan terkulai, tidak bisa mendengar suara-suara di sekitarnya.

📚 Artikel terkait kata "kulai"

Mengenal Kata 'kulai' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "kulai" - Bahasa Indonesia yang Menarik

Kata "kulai" adalah salah satu kata dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang unik dan menarik. Secara resmi, kata ini berarti "bergantung lemah" atau "tergantung lemah". Dalam konteks historis dan sosial, kata "kulai" sering digunakan untuk menggambarkan keadaan benda yang tidak stabil atau lemah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "kulai" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, jika kita melihat pohon yang berada di pinggir jalan, dan cabangnya terduduki oleh angin kencang, kita dapat mengatakan bahwa pohon itu "bergulai" atau "berkulai". Selain itu, jika kita melihat bendera yang tidak berkibar karena angin kencang, kita juga dapat mengatakan bahwa bendera itu "berkulai".

Contoh Penggunaan Kata "kulai" dalam Kalimat

- Dahan kayu itu bergulai ditiup angin kencang. - Mawar itu perlahan-lahan terkelepai layu. - Bendera itu tidak berkibar, terkelepai ditiup angin kencang.

Budaya dan Relevansi Kata "kulai" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "kulai" memiliki relevansi yang sangat tinggi dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, jika kita melihat seorang atlet yang sedang berlatih, dan ia terjatuh karena tidak stabil, kita dapat mengatakan bahwa atlet itu "berkulai". Selain itu, jika kita melihat seorang anak yang sedang bermain, dan ia terjatuh karena tidak stabil, kita juga dapat mengatakan bahwa anak itu "berkulai". Dalam budaya Indonesia modern, kata "kulai" sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, jika kita melihat sebuah perusahaan yang sedang mengalami masalah keuangan, kita dapat mengatakan bahwa perusahaan itu "bergulai" atau "berkulai". Selain itu, jika kita melihat sebuah proyek yang sedang mengalami masalah teknis, kita juga dapat mengatakan bahwa proyek itu "terkelepai" atau "berkulai". Dalam kesimpulan, kata "kulai" adalah salah satu kata dalam Bahasa Indonesia yang memiliki makna yang unik dan menarik. Dengan memahami makna dan konteks kata "kulai", kita dapat menggunakan kata ini dalam berbagai konteks dalam kehidupan sehari-hari.