Arti Kata "kolot" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kolot" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kolot

ko·lot a tidak modern; kuno; tua;
ke·ko·lot·an n 1 cara (adat istiadat dsb) yg kuno; 2 perihal kolot; kekunoan: agama dan pendidikan dapat menghapuskan ~ dan rasa kesukuan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kolot"

📝 Contoh Penggunaan kata "kolot" dalam Kalimat

1.Kata-kata yang dulunya dianggap kolot sekarang telah berkembang menjadi gaya hidup yang populer.
2.Pendidikan yang modern dapat menghapuskan kekolotan dan rasa kesukuan di kalangan masyarakat.
3.Bapak itu masih mengenakan pakaian kolot yang terlihat kuno di tengah-tengah keramaian kota.
4.Agama dapat menjadi alat untuk menghapuskan kekolotan dan meningkatkan kesadaran masyarakat.
5.Budaya kolot yang masih dipertahankan dapat menjadi sumber inspirasi bagi para seniman.

📚 Artikel terkait kata "kolot"

Mengenal Kata 'kolot' - Inspirasi dan Motivasi

Arti Kolot: Makna dan Konteks dalam Bahasa Indonesia

Kata kolot memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia, yang meliputi pengertian tidak modern, kuno, tua, dan kekunoan. Kata ini sering digunakan untuk menggambarkan hal-hal yang lewat jaman atau tidak lagi relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dalam konteks historis dan sosial, kata kolot memiliki makna yang sangat spesifik, yaitu menggambarkan adat istiadat, tradisi, atau cara hidup yang kuno dan tidak lagi relevan dengan kehidupan modern. Dalam penggunaan sehari-hari, kata kolot dapat ditemukan dalam berbagai kalimat. Misalnya, "Tradisi kolot masih dipertahankan oleh masyarakat di pedesaan." Dalam kalimat ini, kata kolot digunakan untuk menggambarkan tradisi yang kuno dan tidak lagi relevan dengan kehidupan modern. Contoh lain, "Pendidikan kolot tidak lagi efektif dalam mengembangkan kemampuan siswa." Dalam kalimat ini, kata kolot digunakan untuk menggambarkan pendidikan yang tidak modern dan tidak lagi relevan dengan kebutuhan siswa. Dalam kehidupan sehari-hari, kata kolot memiliki relevansi yang sangat besar dalam kebudayaan Indonesia modern. Banyak hal-hal yang masih dipertahankan oleh masyarakat Indonesia karena dianggap kolot, tetapi sebenarnya memiliki nilai dan makna yang sangat besar. Misalnya, tradisi adat istiadat, cara hidup, atau nilai-nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks kata kolot dalam bahasa Indonesia, sehingga kita dapat memahami dan menghargai kebudayaan Indonesia yang sangat kaya dan beragam.