Arti Kata "keriuk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keriuk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keriuk

ke·ri·uk n bunyi ayam jantan berkokok;
ber·ke·ri·uk v berkokok (tt ayam jantan)

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keriuk"

📝 Contoh Penggunaan kata "keriuk" dalam Kalimat

1.Sebelum matahari terbit, ayam jantan di peternakan mulai berkeriuk.
2.Pagi itu, ayam jantan di halaman rumah mulai berke-ri-uk, mengumumkan hari baru.
3.Dalam pertunjukan budaya tradisional, ayam jantan berkeriuk menyambut kedatangan tamu.
4.Ayam jantan di lapangan berkeriuk keras, menarik perhatian penonton di sekitar.
5.Pada pagi hari, ayam jantan di kebun mulai berke-ri-uk, memberikan sinyal bahwa hari baru telah tiba.

📚 Artikel terkait kata "keriuk"

Mengenal Kata 'keriuk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Keriuk" - Suara Ikonik Ayam Jantan

Kata "keriuk" sering menjadi subjek perbincangan karena suaranya yang khas dan unik. Dalam bahasa Indonesia, kata ini memiliki makna yang jelas, yaitu bunyi ayam jantan berkokok. Suara ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di pedesaan, terutama saat pagi hari ketika ayam jantan mulai berkokok untuk menandakan bahwa hari telah dimulai. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "keriuk" dalam kalimat yang alami: - "Suara keriuk ayam jantan membangunkanku pagi-pagi." - "Ayam jantan ini sangat berani berkokok dengan suara keriuk yang keras." - "Ketika pagi, suara keriuk ayam jantan selalu menjadi sinyal bahwa hari telah mulai." Suara keriuk ayam jantan tidak hanya menjadi sinyal pagi hari, tetapi juga menjadi simbol kehidupan di pedesaan. Di beberapa daerah, suara ini bahkan dianggap sebagai tanda keberuntungan. Dalam budaya Indonesia modern, suara keriuk ayam jantan masih dipertahankan sebagai tradisi dan identitas masyarakat pedesaan.