Arti Kata "keretut" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "keretut" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

keretut

ke·re·tut /kerétut/ ? kerekot

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "keretut"

📝 Contoh Penggunaan kata "keretut" dalam Kalimat

1.Dalam pemeriksaan medis, dokter menemukan keretut pada punggung pasien.
2.Ia mengalami sakit yang parah karena keretut di bagian lumbal.
3.Banyak orang kurang berolahraga karena takut kepalang keretut.
4.keretut yang parah dapat menyebabkan masalah serius pada sistem otot.
5.Pengobatan keretut biasanya melibatkan fisioterapi dan perubahan gaya hidup.

📚 Artikel terkait kata "keretut"

Mengenal Kata 'keretut' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "keretut" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "keretut" sering digunakan dalam bahasa Indonesia untuk menggambarkan suasana hati yang tidak enak atau sedih. Namun, apakah Anda sudah tahu asal-usul kata ini? Secara historis, kata "keretut" berasal dari Bahasa Sunda, yang digunakan oleh masyarakat di provinsi Jawa Barat. Dalam Bahasa Sunda, "keretut" memiliki arti "sakit" atau "sakit hati".

Contoh Penggunaan Kata "keretut" dalam Kalimat

Kata "keretut" sering digunakan dalam kalimat untuk menggambarkan suasana hati yang tidak enak. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "keretut" dalam kalimat yang alami: - Saya merasa sangat keretut setelah mendengar berita buruk. - Ia sedang dalam keadaan keretut karena tidak bisa menemukan pekerjaan.

Relevansi Kata "keretut" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "keretut" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks emosi dan perasaan. Dalam budaya Indonesia modern, kata "keretut" digunakan untuk menggambarkan suasana hati yang tidak enak atau sedih. Dengan demikian, kata "keretut" tetap menjadi bagian penting dari bahasa Indonesia kita.