Arti Kata "kedok" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kedok" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kedok

ke·dok n 1 tiruan muka untuk menutup muka; topeng: kawanan perampok yg datang tengah malam itu semua memakai --; 2 ki barang atau perbuatan yg dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya: sopan santunnya hanya dipakai sbg -- belaka;
-- gas penutup muka untuk menolak gas beracun;
ber·ke·dok v 1 memakai kedok untuk menutup muka dsb; bertopeng: semua pembajak itu ~ dan bersenjata pistol; 2 melakukan sesuatu sbg penutup maksud sebenarnya; menggunakan sesuatu sbg alat untuk menutupi diri: banyak modal asing yg diusahakan dng ~ perseroan nasional; untuk menutupi dirinya, ia selalu ~ agama apabila berdiskusi tt sesuatu;
mem·per·ke·dok v menggunakan sesuatu sbg kedok: janganlah ~ hukum untuk menipu rakyat kecil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kedok"

📝 Contoh Penggunaan kata "kedok" dalam Kalimat

1.kedok perampok itu sangat mirip dengan wajah asli mereka.
2.Dia menggunakan sopan santun sebagai kedok untuk menutupi kekasihnya.
3.kedok gas penutup muka dipasang di pintu masuk ruangan lab untuk melindungi dari gas beracun.
4.Dia memakai agama sebagai kedok untuk menutupi kebenaran tentang bisnisnya yang tidak jujur.
5.Saya tidak boleh mempergunakan hukum sebagai kedok untuk menipu rakyat kecil.

📚 Artikel terkait kata "kedok"

Mengenal Kata 'kedok' - Inspirasi dan Motivasi

Kedok: Simbol Perubahan dan Penipuan

Kata "kedok" memiliki makna yang luas dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah, kedok sering digunakan sebagai tiruan muka untuk menutup identitas asli seseorang, seperti topeng yang dipakai oleh perampok atau pembajak. Namun, dalam konteks sosial, kedok juga dapat berarti barang atau perbuatan yang dipakai untuk menutupi maksud sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang menggunakan kedok sebagai alasan untuk menutupi identitas asli mereka. Misalnya, seseorang mungkin menggunakan agama sebagai kedok untuk menutupi kebenaran atau menghindari pertanyaan yang tidak diinginkan. Atau, seseorang mungkin menggunakan perseroan nasional sebagai kedok untuk menutupi modal asing yang sebenarnya. Dalam beberapa kasus, kedok juga dapat digunakan sebagai alat untuk menipu atau memanipulasi orang lain. Misalnya, seseorang mungkin menggunakan hukum sebagai kedok untuk menipu rakyat kecil atau menghindari tanggung jawab. Namun, dalam kebanyakan kasus, kedok digunakan untuk melindungi identitas asli seseorang atau menutupi maksud sebenarnya. Dalam kehidupan sehari-hari, terutama di Indonesia, kedok masih sering digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang mungkin menggunakan kedok dalam bentuk agama atau budaya untuk menutupi identitas asli mereka. Atau, seseorang mungkin menggunakan kedok dalam bentuk perseroan nasional atau modal asing untuk menutupi kebenaran.