Arti Kata "cigak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "cigak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

cigak

ci·gak Mk n kera;
bertukar beruk dng -- , pb sama saja halnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "cigak"

📝 Contoh Penggunaan kata "cigak" dalam Kalimat

1.Di kampus, mahasiswa sering menggunakan istilah "cigak" untuk menggambarkan keadaan yang sama saja.
2.Penggunaan kata "cigak" dalam bahasa sehari-hari seringkali digunakan dalam konteks yang tidak formal, tetapi dalam konteks akademis, mahasiswa harus menggunakan bahasa baku.
3.Dalam cerita rakyat, kera yang berubah menjadi manusia punya nasib yang cukup cigak, karena masih harus menghadapi tantangan hidup.
4.Menurut psikolog, terlalu banyak keinginan dapat membuat seseorang menjadi cigak dan sulit untuk membuat keputusan.
5.Di masyarakat, ada yang mengatakan bahwa seseorang yang selalu ingin memiliki yang terbaik dalam hidupnya adalah seseorang yang cigak dan tidak puas.

📚 Artikel terkait kata "cigak"

Mengenal Kata 'cigak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Cigak" - Inspirasi untuk Berubah

Kata "cigak" adalah sebuah istilah yang berasal dari bahasa Sunda, yang berarti kera, atau seekor primata. Namun, dalam konteks yang lebih luas, cigak juga digunakan untuk menggambarkan proses berubah atau beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Dalam sejarah, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan perubahan sosial dan budaya yang terjadi di masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menghadapi situasi di mana kita harus berubah atau beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Misalnya, ketika kita pindah ke tempat baru, kita harus berubah untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan budaya baru. Dalam situasi seperti ini, kita bisa mengatakan bahwa kita harus cigak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Beberapa contoh penggunaan kata cigak dalam kalimat yang alami adalah: - "Saya harus cigak untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan makan siang baru." - "Dia harus cigak untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kerja baru." - "Saya harus cigak untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan belanja online." Dalam kehidupan sehari-hari, kata cigak sangat relevan, terutama dalam konteks perubahan dan adaptasi. Dalam budaya Indonesia modern, kita sering kali dihadapkan dengan situasi di mana kita harus berubah untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan dan budaya baru. Oleh karena itu, kata cigak menjadi sangat penting untuk menggambarkan proses perubahan dan adaptasi yang terjadi di masyarakat.