Arti Kata "buta hati" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "buta hati" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

buta hati

tidak berperasaan belas kasihan; bengis; buta hati hukum tidak mengerti sama sekali tentang hukum dengan seluk beluknya: ahli hukum harus membantu rakyat kecil yang miskin dan buta hati hukum

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "buta hati"

📝 Contoh Penggunaan kata "buta hati" dalam Kalimat

1.Dia menjadi buta hati melihat penderitaan tetangganya yang miskin.
2.Polisi harus berhati-hati agar tidak menjadi buta hati terhadap pelanggaran hukum.
3.Dalam film, karakter utama menjadi buta hati terhadap cinta yang sebenarnya.
4.Sebagai penjaga hukum, dia harus tidak menjadi buta hati terhadap pelanggaran hukum di masyarakat.
5.Dia menjadi buta hati terhadap kenyataan bahwa kejahatan dapat terjadi di mana-mana.

📚 Artikel terkait kata "buta hati"

Mengenal Kata 'buta hati' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "buta hati" - Inspirasi dan Motivasi

Makna Umum dan Konteks Historis

Kata "buta hati" memiliki makna yang sangat luas dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti tidak berperasaan belas kasihan dan bengis. Dalam konteks historis, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi masyarakat yang tidak memiliki kesadaran akan hak-hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Dalam masa lalu, kata ini sering dihubungkan dengan kondisi sosial yang tidak adil dan tidak beradab, di mana mayoritas masyarakat tidak memiliki akses ke pendidikan dan informasi yang cukup.

Contoh Penggunaan Kata "buta hati" dalam Kalimat

Kata "buta hati" sering digunakan dalam kalimat yang menggambarkan keadaan seseorang yang tidak memiliki perasaan belas kasihan atau tidak dapat memahami situasi orang lain. Contoh-contoh penggunaan kata "buta hati" dalam kalimat adalah: * "Ia terkesan buta hati melihat kesengsaraan orang lain." * "Dia sangat buta hati terhadap hak-hak pekerja." * "Polisi harus menghadapi orang-orang yang buta hati terhadap hukum."

Relevansi Kata "buta hati" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kata "buta hati" masih sangat relevan. Dalam era digital ini, banyak orang yang terkesan buta hati terhadap permasalahan sosial dan lingkungan. Mereka tidak memiliki kesadaran akan dampak tindakan mereka terhadap lingkungan dan masyarakat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk meningkatkan kesadaran dan memahami situasi orang lain, sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan lebih peduli terhadap masalah sosial. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih adil dan lebih baik untuk semua orang.