Arti Kata "kariah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "kariah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

kariah

ka·ri·ah ? qariah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "kariah"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "kariah" dalam Kalimat

1.Karena kami tidak bisa memberikan jawaban yang lebih dari 10 kalimat seperti permintaanmu, silakan pilih jawaban ini.
2.Pengadilan Islam menetapkan kariah sebagai wilayah administratif yang meliputi beberapa desa.
3.Kepala kariah desa itu sangat dihormati oleh warganya karena kepribadiannya yang baik.
4.Pada masa lalu, kariah merupakan satuan wilayah administratif yang sangat penting dalam masyarakat.
5.Dalam buku sejarah, kariah digambarkan sebagai tempat tinggal masyarakat yang sederhana dan damai.

πŸ“š Artikel terkait kata "kariah"

Mengenal Kata 'kariah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Kariah" dalam Sejarah dan Budaya Indonesia

Kata "kariah" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini ditulis sebagai "kaΒ·riΒ·ah" atau "qariah", dan memiliki akar bahasa yang terkait dengan istilah keagamaan. Dalam konteks sejarah, kata kariah terkait dengan sistem pemerintahan Islam yang ada di Indonesia. Di masa lalu, kariah adalah wilayah yang dipimpin oleh seorang kepala yang disebut "imam" atau "kepala kariah". Kepala kariah bertanggung jawab atas pengelolaan wilayahnya dan menjalankan tugas-tugas keagamaan. Dalam sistem pemerintahan Islam, kariah juga berperan sebagai unit administratif yang menghubungkan antara pemimpin Islam dan masyarakat yang ada di bawahinya.

Contoh Penggunaan Kata Kariah dalam Kalimat

Kata kariah sering digunakan dalam kalimat yang terkait dengan keagamaan dan sejarah. Misalnya, "Kepala kariah di desa kami sangat berpengaruh dalam mengatur kegiatan keagamaan di daerah kita." Dalam contoh ini, kata kariah digunakan untuk menggambarkan posisi kepemimpinan di desa. Contoh lain, "Kata kariah berasal dari bahasa Arab yang berarti 'wilayah' atau 'perbatasan'." Dalam contoh ini, kata kariah digunakan untuk menjelaskan asal-usul kata tersebut.

Relevansi Kata Kariah dalam Budaya Indonesia Modern

Meskipun sistem pemerintahan Islam telah berubah, kata kariah masih memiliki relevansi dalam budaya Indonesia modern. Kata kariah sering digunakan dalam konteks keagamaan dan sosial, terutama dalam acara-acara keagamaan dan perayaan-perayaan budaya. Dalam konteks modern, kata kariah juga digunakan untuk menggambarkan wilayah atau komunitas yang memiliki identitas keagamaan yang kuat. Dalam kesimpulannya, kata kariah memiliki makna yang kompleks dan kaya dalam bahasa Indonesia. Dari sejarah hingga budaya modern, kata kariah tetap memiliki relevansi dalam menggambarkan kehidupan sosial dan keagamaan di Indonesia.