Arti Kata "visitator" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "visitator" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

visitator

vi·si·ta·tor n Kat pembesar biara; superior

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "visitator"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "visitator" dalam Kalimat

1.Di biara tua, ada seorang visitator yang bertanggung jawab atas keuangan.
2.Sebagai visitator, dia harus memastikan kehidupan biara berjalan dengan lancar.
3.Ketika mengunjungi biara, dia bertemu dengan visitator yang baru saja diangkat.
4.visitator tersebut mengajaknya ke ruang tamu untuk membahas beberapa masalah.
5.Dalam kitab sejarah, visitator diabadikan sebagai tokoh penting dalam perkembangan biara.

πŸ“š Artikel terkait kata "visitator"

Mengenal Kata 'visitator' - Inspirasi dan Motivasi

Visitator: Sejarah dan Makna di Balik Istilah yang Langka

Tidak banyak orang yang pernah mendengar kata visitator, apalagi menggunakannya dalam percakapan sehari-hari. Namun, kata ini memiliki sejarah yang panjang dan makna yang kaya dalam konteks agama Katolik. Visitator dalam bahasa Indonesia berarti 'viΒ·siΒ·taΒ·tor n Kat pembesar biara; superior', atau dapat diartikan sebagai orang yang ditugaskan oleh para biarawan untuk mengawasi dan mengelola kegiatan biara. Sejarahnya, kata visitator berasal dari kata Latin 'visitator', yang berarti 'pengunjung' atau 'pembesar'. Dalam konteks agama Katolik, visitator adalah orang yang ditunjuk oleh para biarawan untuk mengunjungi dan mengawasi kegiatan biara lainnya. Mereka bertanggung jawab untuk memantau keuangan, spiritual, dan kegiatan lainnya di biara. Dalam waktu lalu, visitator memiliki peran penting dalam mengelola kegiatan biara dan memastikan bahwa para biarawan tetap taat pada ajaran agama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata visitator tidak sering digunakan. Namun, dalam konteks agama Katolik, visitator masih memiliki makna yang kaya. Misalnya, "Bapak John adalah visitator di biara kami dan telah membantu kami dalam mengelola keuangan biara." Atau, "Para biarawan telah memilih visitator baru untuk mengawasi kegiatan biara di daerah tersebut." Dalam contoh-contoh di atas, kata visitator digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki peran penting dalam mengelola kegiatan biara. Dalam budaya Indonesia modern, kata visitator tidak memiliki makna yang langsung. Namun, dalam konteks agama Katolik, visitator masih memiliki peran penting dalam mengelola kegiatan biara. Oleh karena itu, perlu diingat bahwa kata visitator memiliki makna yang kaya dan sejarah yang panjang dalam konteks agama Katolik.