Arti Kata "juak" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "juak" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

juak

1ju·ak n, ju·ak-ju·ak n hamba laki-laki pengiring raja yg menjadi suruhan atau pembawa upacara tanda-tanda kebesaran: panglima itu membawa 1.000 orang ~

2ju·ak v, ber·ju·ak v 1 berlomba (dengan); bersaing dengan; 2 berlawan; bertanding;
men·ju·ak v 1 memberanikan ayam sabungan (dng jalan menghadapkan ayam lain pd ayam sabungan itu) agar mau bertanding; 2 ki menghasut (supaya berkelahi, berperang, dsb);
pen·ju·ak n penghasut: ia dituduh sbg ~ pemberontakan itu

3ju·ak Mk a, men·ju·ak a menganjur ke atas (tinggi);
men·ju·ak·kan v 1 mengangkat ke atas tinggi-tinggi; mengunjukkan (tangan dsb); 2 ki memuliakan

4ju·ak v, ber·ju·ak v berjumpa dng tiba-tiba

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "juak"

📝 Contoh Penggunaan kata "juak" dalam Kalimat

1.Pada zaman dahulu, panglima itu membawa 1.000 orang juak untuk mengiringi raja dalam upacara kebesaran.
2.Pada masa lalu, juak atau hamba laki-laki pengiring raja memainkan peran penting dalam upacara kebesaran.
3.Pada hari itu, pasukan perang dipimpin oleh seorang panglima yang membawa 500 orang juak ke medan perang.
4.Sejarah mencatat bahwa seorang raja pernah membawa 2.000 orang juak dalam upacara penobatan.
5.Dalam budaya lama, juak dianggap sebagai simbol kekuasaan dan status sosial yang tinggi.

📚 Artikel terkait kata "juak"

Mengenal Kata 'juak' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Juak" - Pengiring Raja Masa Lalu

Kata "juak" seringkali tidak familiar bagi kita, terutama bagi orang-orang muda yang tidak terlalu mengenal sejarah dan budaya Indonesia. Namun, kata ini memiliki makna yang sangat penting dalam konteks historis dan sosial. Kata "juak" berasal dari bahasa Jawa, yang berarti "hamba laki-laki pengiring raja" yang bertugas sebagai pembawa upacara tanda-tanda kebesaran. Mereka adalah orang-orang yang dihormati dan dianggap sebagai bagian dari istana raja. Penggunaan kata "juak" masih terlihat dalam beberapa kalimat yang alami. Misalnya, dalam kalimat "Panglima itu membawa 1.000 orang juak untuk mengiringi raja ke acara perayaan hari kemerdekaan". Atau dalam kalimat "Raja memerintahkan juak untuk menyajikan upacara pengucapan syukur kepada Tuhan". Dalam kedua kalimat tersebut, kata "juak" digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang bertugas sebagai pembawa upacara dan pengiring raja. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "juak" tidak lagi digunakan dengan makna yang sama seperti saat ini. Namun, kata ini masih dapat dijumpai dalam beberapa konteks, seperti dalam seni budaya dan upacara tradisional. Misalnya, dalam upacara pernikahan Jawa, masih ada tradisi yang mengibarkan bendera dengan diiringi oleh orang-orang yang disebut "juak". Ini menunjukkan bahwa kata "juak" masih memiliki makna yang penting dalam budaya dan tradisi Indonesia.