Arti Kata "jengkel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jengkel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jengkel

jeng·kel /jéngkél/ a kesal (tt perasaan); mendongkol: saya merasa -- krn ia tidak mau mengindahkan nasihat saya;
men·jeng·keli v merasa (menaruh) kesal pd: kebanyakan orang kampung ~ nya krn tingkah lakunya yg angkuh dan serakah;
men·jeng·kel·kan v 1 menyebabkan (orang) merasa kesal; membuat jadi kesal: ia sering ~ ibunya; 2 menimbulkan rasa jengkel tt suatu hal: ia jatuh sakit krn kelakuan anaknya yg ~;
ke·jeng·kel·an n perasaan kesal; perasaan mendongkol; kekesalan hati

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jengkel"

📝 Contoh Penggunaan kata "jengkel" dalam Kalimat

1.Saya merasa jengkel karena ia tidak mau mengindahkan nasihat saya.
2.Kebanyakan orang kampungnya merasa menengkelkan kebodohan anaknya yang suka bolos sekolah.
3.Pernyataannya yang mengandung kebohongan itu menengkelkan perasaan saya yang sudah jengkel dari awal.
4.Dia sering menyebabkan ibunya merasa menjengkelkan dengan tingkah lakunya yang tidak patut.
5.Guru tidak bisa menengkelkan perasaan muridnya yang merasa kesal karena nilai ujian yang tidak memuaskan.

📚 Artikel terkait kata "jengkel"

Mengenal Kata 'jengkel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Perasaan Jengkel dalam Bahasa Indonesia

Perasaan jengkel adalah suatu fenomena yang umum dialami oleh banyak orang di Indonesia. Kata ini memiliki makna yang luas, mencakup kesal, mendongkol, dan kekesalan hati. Dalam konteks historis, perasaan jengkel seringkali terkait dengan perubahan sosial dan budaya yang signifikan, seperti perubahan status sosial atau perubahan dalam sistem politik. Dalam kehidupan sehari-hari, perasaan jengkel dapat timbul dari berbagai sumber, seperti ketidaksepakatan dengan orang lain, kekecewaan terhadap hasil yang tidak memuaskan, atau bahkan karena kebutuhan yang tidak terpenuhi. Contoh penggunaan kata jengkel dalam kalimat yang alami adalah: "Saya merasa jengkel karena dia tidak mau mengindahkan nasihat saya," atau "Perilaku anaknya yang jengkel membuat ibunya jatuh sakit." Dalam budaya Indonesia modern, perasaan jengkel seringkali terkait dengan konsep kesopanan dan keharmonisan. Orang Indonesia cenderung menghindari perasaan jengkel karena khawatir akan merusak hubungan dengan orang lain. Namun, perasaan jengkel juga dapat menjadi sumber inspirasi untuk mengubah diri dan mengambil tindakan positif. Dalam beberapa konteks, perasaan jengkel dapat menjadi motivasi untuk berubah dan meningkatkan diri sendiri. Dengan memahami makna dan konteks perasaan jengkel, kita dapat lebih mudah mengenali dan mengelola perasaan ini dalam kehidupan sehari-hari. Perasaan jengkel dapat menjadi kesempatan untuk belajar dan berkembang, bukan hanya sebagai sumber kesulitan dan kekecewaan.

Kata yang Mirip

jengkelit