Arti Kata "prit" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "prit" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

prit

prit p tiruan bunyi peluit;
me·ngem·prit v cak menyemprit

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "prit"

📝 Contoh Penggunaan kata "prit" dalam Kalimat

1.Pada malam hari, suara me·ngem·prit kapal di laut terdengar jelas dari pantai.
2.Pada upacara kemanan, petugas keamanan memberikan sinyal dengan me·ngem·prit kuat.
3.Saat berkemah, anak-anak senang bermain dan me·ngem·prit sambil berlari di hutan.
4.Ibu guru mengingatkan siswa untuk tetap tenang dan tidak me·ngem·prit saat ujian.
5.Pada pertunjukan nautika, suara peluit kapal yang me·ngem·prit mengiringi permainan.

📚 Artikel terkait kata "prit"

Mengenal Kata 'prit' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Prit" dalam Bahasa Indonesia

Kata "prit" dalam Bahasa Indonesia memiliki makna yang spesifik, yaitu bunyi peluit atau semprit. Namun, sejarahnya lebih luas daripada itu. Dalam konteks historis, peluit atau semprit telah menjadi bagian dari kehidupan nelayan dan masyarakat pesisir sejak zaman dulu. Mereka menggunakan peluit untuk berkomunikasi dengan satu sama lain, baik untuk mengumumkan keberangkatan atau kembali ke pelabuhan, maupun untuk memberi peringatan tentang adanya ombak besar atau hewan laut.

Contoh penggunaan kata "prit" dalam kalimat alami dapat dilihat dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Saya mendengar semprit dari pelabuhan, itu tandanya kapal akan berangkat." atau "Kapal itu melepaskan semprit untuk memberi tahu kita akan tiba di pelabuhan." Dalam kalimat-kalimat tersebut, "prit" digunakan untuk menggambarkan bunyi peluit atau semprit yang digunakan oleh kapal untuk berkomunikasi dengan masyarakat pesisir.

Relevansi kata "prit" dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern masih dapat dilihat dalam konteks kegiatan nelayan dan pesisir. Banyak daerah di Indonesia yang masih menggunakan peluit atau semprit sebagai alat komunikasi atau sebagai simbol keberhasilan dalam menangkap ikan. Selain itu, kata "prit" juga dapat digunakan sebagai inspirasi dalam karya seni atau sastra, seperti lagu atau puisi yang menggambarkan kehidupan nelayan dan pesisir.

Sebagai kata yang memiliki makna yang spesifik, "prit" dapat digunakan sebagai kata kunci dalam berbagai konteks. Dalam konteks kehidupan sehari-hari, kata "prit" dapat digunakan untuk menggambarkan komunikasi antara nelayan dan masyarakat pesisir. Dalam konteks budaya, kata "prit" dapat digunakan sebagai simbol keberhasilan dalam menangkap ikan atau sebagai inspirasi dalam karya seni.