Arti Kata "bacah" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "bacah" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

bacah

ba·cah v, mem·ba·cah v merajang; mencincang;
mem·ba·cah-ba·cah v membacah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "bacah"

📝 Contoh Penggunaan kata "bacah" dalam Kalimat

1.Dalam proses memasak sayuran, ibu harus memba·cah tomat menjadi ukuran yang lebih kecil.
2.Dalam pekerjaan dapur, chef harus merajang sayuran dengan hati-hati untuk memba·cah dengan lebih mudah.
3.Pengrajin kayu menggunakan gergaji untuk memba·cah kayu menjadi ukuran yang lebih kecil dan mudah digunakan.
4.Ibu membantu anaknya memba·cah sayuran untuk membuat salad segar.
5.Pembuat makanan khas harus memba·cah bawang putih dengan hati-hati untuk menghilangkan bau yang tidak sedap.

📚 Artikel terkait kata "bacah"

Mengenal Kata 'bacah' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "bacah" - Mengurai Makna dan Kegunaannya

Kata "bacah" memiliki makna yang unik dan khas dalam bahasa Indonesia. Dalam arti resmi, "bacah" dapat diartikan sebagai "memecahkan" atau "membelah" benda-benda menjadi potongan-potongan kecil. Ini dapat dilihat dalam konteks pertanian, di mana petani harus memisahkan biji-bijian dari kulitnya dengan cara memecahkan atau membacahnya. Pada masa lalu, kata "bacah" juga memiliki makna yang lebih luas, yaitu "membelah" atau "memisahkan" sisi-sisi dari sesuatu. Ini dapat dilihat dalam konteks budaya, di mana orang-orang harus membacah atau memisahkan sisi-sisi dari suatu benda untuk mencapai tujuan tertentu.

Penggunaan Kata "bacah" dalam Kalimat

Kata "bacah" dapat digunakan dalam berbagai kalimat yang alami. Contoh-contoh tersebut antara lain: - Petani harus bacah biji-bijian dari kulitnya sebelum memasukkannya ke dalam peti. - Ibu harus bacah sayuran menjadi potongan-potongan kecil sebelum memasaknya. - Mereka harus membacah sisi-sisi dari bangunan untuk mencapai ruangan yang tertutup.

Relevansi Kata "bacah" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "bacah" memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks pertanian dan budaya. Dalam konteks pertanian, kata "bacah" digunakan untuk memisahkan biji-bijian dari kulitnya, sehingga memudahkan proses penyimpanan dan distribusi. Dalam konteks budaya, kata "bacah" digunakan untuk membela sisi-sisi dari suatu benda, sehingga mencapai tujuan tertentu. Dalam budaya Indonesia modern, kata "bacah" masih digunakan dalam berbagai konteks, terutama dalam konteks pertanian dan budaya. Namun, kata ini telah berkembang menjadi lebih luas, sehingga digunakan dalam berbagai kalimat yang alami.