Arti Kata "jarang-jarang" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jarang-jarang" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jarang-jarang

ja.rang-ja.rang Adjektiva (kata sifat) tidak kerap kali (terjadi, ada, dan sebagainya) ; terdapat tidak merata dan tidak banyak; tidak lazim

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jarang-jarang"

📝 Contoh Penggunaan kata "jarang-jarang" dalam Kalimat

1.Pada hari libur, saya jarang-jarang pergi ke pantai karena cuaca tidak menentu.
2.Saya jarang-jarang melihat orang yang begitu sabar dalam menghadapi kesulitan.
3.Makanan lokal di daerah itu jarang-jarang kita temukan di restoran di kota besar.
4.Tidak banyak siswa yang mampu menyelesaikan tes yang sifatnya jarang-jarang diadakan.
5.Saya tidak jarang-jarang melihat film lama karena saya sangat suka dengan gaya sutradara tersebut.

📚 Artikel terkait kata "jarang-jarang"

Mengenal Kata 'jarang-jarang' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jarang-jarang" - Makna dan Contoh Penggunaan

Kata "jarang-jarang" adalah kata sifat yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang tidak kerap kali terjadi, ada, atau diketahui. Kata ini memiliki makna yang sangat luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam bahasa lisan maupun tulisan. Sejarahnya, kata "jarang-jarang" telah digunakan dalam bahasa Indonesia sejak zaman kolonial, ketika Indonesia masih menjadi bagian dari kekaisaran Belanda. Kata "jarang-jarang" memiliki makna yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan atau perilaku seseorang yang tidak lazim. Misalnya, "Dia jarang-jarang mengunjungi rumah temannya" berarti bahwa dia tidak sering mengunjungi rumah temannya. Dalam konteks ekonomi, kata ini digunakan untuk menggambarkan produk atau jasa yang tidak tersedia secara luas. Misalnya, "Makanan ini jarang-jarang ditemukan di pasar" berarti bahwa makanan ini tidak sering ditemukan di pasar. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "jarang-jarang" dalam kalimat yang alami: * "Dia jarang-jarang pergi ke bioskop" (berarti bahwa dia tidak sering pergi ke bioskop) * "Makanan ini jarang-jarang ditemukan di restoran" (berarti bahwa makanan ini tidak sering ditemukan di restoran) * "Dia jarang-jarang berbicara tentang politik" (berarti bahwa dia tidak sering berbicara tentang politik) Kata "jarang-jarang" juga memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini digunakan untuk menggambarkan kebiasaan atau perilaku seseorang yang tidak lazim. Misalnya, "Dia jarang-jarang membayar utangnya tepat waktu" berarti bahwa dia tidak sering membayar utangnya tepat waktu. Dalam konteks teknologi, kata ini digunakan untuk menggambarkan perangkat atau aplikasi yang tidak stabil atau tidak tersedia secara luas. Dalam kesimpulan, kata "jarang-jarang" adalah kata sifat yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dengan makna yang luas dan dapat digunakan dalam berbagai konteks, kata ini memiliki relevansi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan memahami makna dan contoh penggunaan kata "jarang-jarang", kita dapat menggunakan kata ini dengan lebih efektif dan akurat dalam berbagai situasi.