Arti Kata "mahwu" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "mahwu" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

mahwu

mah·wu n Tas usaha meninggalkan hal-hal duniawi dng jalan memfanakan diri dng menyebut nama Tuhan sehingga segala perbuatan tidak lagi didasari pertimbangan akalnya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "mahwu"

📝 Contoh Penggunaan kata "mahwu" dalam Kalimat

1.Dalam konteks spiritual, mahwu adalah suatu keadaan yang sangat mulia.
2.Pendakwaan terhadap pelaku korupsi mengatakan bahwa ia telah mengalami mahwu sebelum melakukan tindakannya.
3.Puisi lirik yang menggambarkan jiwa yang telah mencapai mahwu penuh hikmat.
4.Dengan melaksanakan ibadah sunnah, seseorang dapat mengalami keadaan mahwu dalam kehidupannya.
5.Para ulama selalu mengingatkan kita tentang pentingnya mencapai keadaan mahwu dalam kehidupan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "mahwu"

Mengenal Kata 'mahwu' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "mahwu" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "mahwu" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, "mahwu" diartikan sebagai keadaan tas usaha meninggalkan hal-hal duniawi dengan jalan memfanakan diri dengan menyebut nama Tuhan, sehingga segala perbuatan tidak lagi didasari pertimbangan akalnya.

Sejarah dan Konteks

Dalam konteks sejarah dan sosial, kata "mahwu" sering kali dikaitkan dengan kehidupan spiritual dan keagamaan. Istilah ini muncul dalam beberapa kitab suci dan teks keagamaan, seperti Al-Qur'an dan Hadis. Dalam konteks ini, "mahwu" diartikan sebagai keadaan seseorang yang telah meninggalkan keinginan duniawi dan fokus pada hubungan dengan Tuhan.

Penggunaan dalam Kalimat

Berikut beberapa contoh penggunaan kata "mahwu" dalam kalimat yang alami: - "Setelah berguru pada ulama, beliau merasakan dirinya telah mencapai keadaan mahwu dan dapat melihat kebenaran yang lebih dalam." - "Dalam kitab suci, dijelaskan bahwa orang yang telah mencapai keadaan mahwu tidak lagi dipengaruhi oleh keinginan duniawi." - "Beliau adalah contoh orang yang telah mencapai keadaan mahwu dan hidupnya menjadi contoh bagi orang lain."

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "mahwu" masih relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks keagamaan dan spiritual. Istilah ini diartikan sebagai keadaan seseorang yang telah meninggalkan keinginan duniawi dan fokus pada hubungan dengan Tuhan. Dalam konteks ini, "mahwu" diartikan sebagai keadaan yang lebih baik dan spiritual, yang dapat membantu seseorang mencapai kebenaran dan kebahagiaan yang lebih dalam.