Arti Kata "dungkelan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dungkelan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dungkelan

dung·ke·lan /dungkélan/ n sawah di tengah-tengah suatu desa

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dungkelan"

📝 Contoh Penggunaan kata "dungkelan" dalam Kalimat

1.Pada hari libur, saya suka berjalan-jalan di sekitar sawah di tengah desa, di sebuah dungkelan yang luas.
2.Saya tahu, sebenarnya sawah di tengah desa itu disebut dungkelan, bukan sawah biasa.
3.Warga desa memanfaatkan dungkelan untuk mengadakan pertunjukan tradisional pada hari raya.
4.Dalam upacara adat, dungkelan dipilih sebagai tempat untuk melakukan ritual penanaman padi.
5.Pendidik mengajarkan anak-anak tentang istilah dungkelan dalam pelajaran geografi desa.

📚 Artikel terkait kata "dungkelan"

Mengenal Kata 'dungkelan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dungkelan" - Sawah Tradisional yang Menghiasi Desa

Dalam bahasa Indonesia, kata "dungkelan" memiliki makna yang khas, yaitu sawah di tengah-tengah suatu desa. Konsep ini telah ada sejak lama dan masih dapat ditemukan di beberapa daerah pedesaan di Indonesia. Dungkelan biasanya terletak di sisi jalan utama desa, sehingga dapat menjadi tempat yang strategis untuk beristirahat dan menikmati pemandangan sawah. Dalam konteks historis, dungkelan seringkali menjadi tempat pertemuan warga desa untuk berdiskusi dan berbagi informasi. Dengan adanya sawah di tengah-tengah desa, masyarakat dapat dengan mudah mengakses air dan tanah yang dibutuhkan untuk pertanian. Dungkelan juga dapat menjadi sumber inspirasi bagi para seniman dan budayawan, karena keindahan alam dan kehidupan masyarakat di sekitar sawah dapat menjadi subjek yang menarik. Contoh penggunaan kata "dungkelan" dapat dilihat pada kalimat-kalimat berikut: "Kami berjalan melewati sawah dungkelan di tengah-tengah desa untuk mencapai rumah teman saya." "Dungkelan di desa kami sangat indah, dengan pemandangan sawah yang luas dan hijau." "Dalam perjalanan kami, kami melintasi dungkelan yang menjadi tempat pertemuan warga desa." Dalam kehidupan sehari-hari, kata "dungkelan" masih memiliki relevansi yang signifikan. Dungkelan dapat menjadi simbol kehidupan masyarakat pedesaan yang masih dekat dengan alam. Dengan adanya sawah di tengah-tengah desa, masyarakat dapat dengan mudah mengakses sumber daya alam yang dibutuhkan untuk pertanian. Selain itu, dungkelan juga dapat menjadi tempat yang strategis untuk beristirahat dan menikmati pemandangan alam yang indah.