Arti Kata "jangan diperlebar timba ke perigi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jangan diperlebar timba ke perigi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jangan diperlebar timba ke perigi

Peribahasa jangan diulang-ulang perbuatan yang jahat, lambat laun akan mendapat bencana jua

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jangan diperlebar timba ke perigi"

📝 Contoh Penggunaan kata "jangan diperlebar timba ke perigi" dalam Kalimat

1.Dalam konteks formal, perusahaan harus berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis, jangan diperlebar timba ke perigi dengan mengeluarkan utang yang tidak terkendali.
2.Sehari-hari, ibu saya selalu mengingatkan saya untuk tidak memperlebar timba ke perigi dengan berbohong kepada orang lain, karena hal itu akan menyebabkan masalah besar di kemudian hari.
3.Dalam kisah sastra, pahlawan harus berhati-hati dalam menghadapi musuh, jangan diperlebar timba ke perigi dengan mengandalkan kekuatan fisik saja, karena kecerdasan juga sangat penting.
4.Dalam konteks pendidikan, guru harus memberikan pelajaran yang tepat kepada siswa, jangan diperlebar timba ke perigi dengan memberikan bahan ajar yang tidak relevan dengan materi pelajaran.
5.Dalam konteks sosial, masyarakat harus berhati-hati dalam menghadapi perubahan ekonomi, jangan diperlebar timba ke perigi dengan mengandalkan sumber daya alam saja, karena harus juga menjaga kelestarian lingkungan.

📚 Artikel terkait kata "jangan diperlebar timba ke perigi"

Mengenal Kata 'jangan diperlebar timba ke perigi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jangan diperlebar timba ke perigi" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jangan diperlebar timba ke perigi" adalah salah satu peribahasa yang populer di Indonesia. Maknanya adalah jangan mengulang-ulang perbuatan yang jahat, karena akan mendapat bencana. Peribahasa ini memiliki konteks historis yang menarik. Dalam masa lalu, timba dan perigi adalah alat-alat yang digunakan untuk mengambil air. Jika timba diperlebar ke perigi, maka air akan mengalir keluar dari perigi dan membuatnya kering. Dengan demikian, peribahasa ini mengajarkan kita untuk tidak mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik, karena akan menyebabkan kerugian yang tidak dapat diperbaiki. Contoh penggunaan kata "jangan diperlebar timba ke perigi" dalam kalimat yang alami adalah: "Jangan kamu terus-menerus mengancam temanmu, nanti kamu akan ditinggalkan oleh semua orang." Dalam contoh ini, kata "jangan" digunakan untuk menghimbau seseorang untuk tidak mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik. Contoh lain adalah: "Jangan kamu terus-menerus membohongi orang lain, nanti kamu akan kehilangan kepercayaan mereka." Dalam contoh ini, kata "jangan" digunakan untuk menghimbau seseorang untuk tidak mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik dan akan menyebabkan kerugian. Kata "jangan diperlebar timba ke perigi" sangat relevan dalam kehidupan sehari-hari atau budaya Indonesia modern. Dalam zaman modern, kita masih sering mengalami masalah yang sama dengan masa lalu, yaitu mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik. Oleh karena itu, peribahasa ini masih sangat relevan dan dapat menjadi inspirasi bagi kita untuk tidak mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik. Dengan mengingat kata "jangan diperlebar timba ke perigi", kita dapat menjadi lebih bijak dan tidak mengulang-ulang perbuatan yang tidak baik, sehingga kita dapat hidup dalam keadaan yang lebih baik.