Arti Kata "hukum mungkal" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hukum mungkal" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hukum mungkal

denda adat yang tinggi yang dijatuhkan kepada seseorang yang membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hukum mungkal"

📝 Contoh Penggunaan kata "hukum mungkal" dalam Kalimat

1.Dalam hukum adat masyarakat suku Dayak, hukum mungkal menjadi sanksi yang sangat berat bagi pembunuh tak berdosa.
2.Pengadilan adat menentukan bahwa korban pembunuhan tersebut menerima hukum mungkal sebagai bentuk balas dendam.
3.Ketua suku mengumumkan bahwa hukum mungkal akan dijatuhkan kepada orang yang membunuh warga suku lain tanpa alasan yang masuk akal.
4.hukum mungkal yang dijatuhkan pada pembunuh tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat untuk menghormati kehidupan lain.
5.Pengadilan internasional mengecam adat suku yang menerapkan hukum mungkal sebagai bentuk hukuman yang tidak manusiawi.

📚 Artikel terkait kata "hukum mungkal"

Mengenal Kata 'hukum mungkal' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hukum Mungkal" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hukum mungkal" memiliki makna yang sangat spesifik dan unik dalam bahasa Indonesia. Secara resmi, kata ini berarti "denda adat yang tinggi yang dijatuhkan kepada seseorang yang membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu". Dalam konteks historis dan sosial, hukum mungkal sering digunakan sebagai alat penyelesaian sengketa antarsuku di masa lalu.

Contoh Penggunaan Kata "Hukum Mungkal" dalam Kalimat

Pada masa lampau, masyarakat adat di pedalaman Indonesia sering menggunakan **hukum mungkal** sebagai cara untuk menyelesaikan sengketa antarsuku. Jika seseorang dari suku lain membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu, maka ia akan dijatuhi **hukum mungkal** sebagai hukuman. Dengan demikian, masyarakat adat dapat menjaga keamanan dan stabilitas di daerah mereka. Contoh lain, pada tahun 2010, seorang warga dari suku Dayak di Kalimantan membunuh warga suku lain tanpa menantangnya terlebih dahulu. Ia kemudian dijatuhi **hukum mungkal** oleh masyarakat adat setempat.

Relevansi Kata "Hukum Mungkal" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun **hukum mungkal** tidak lagi digunakan secara umum dalam kehidupan sehari-hari, namun konsepnya masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, dalam penyelesaian sengketa antarsuku atau antarkomunitas, masyarakat sering menggunakan prinsip keadilan adat untuk menyelesaikan masalah. Dengan demikian, **hukum mungkal** tetap menjadi inspirasi dan motivasi untuk menjaga keadilan dan keamanan di masyarakat.