Arti Kata "hirup" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hirup" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hirup

hi·rup v, meng·hi·rup v 1 mengisap: bertamasya ke luar kota untuk ~ udara segar di daerah pegunungan; 2 meminum: ia menghentikan ceritanya, kemudian ~ kopinya sampai habis;
peng·hi·rup·an n proses, cara, perbuatan menghirup: ~ udara melalui hidung

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hirup"

📝 Contoh Penggunaan kata "hirup" dalam Kalimat

1.Setiap tahun, aku menghirup udara segar di pegunungan untuk menghilangkan kelelahan sepanjang tahun.
2.Membaca novel itu membuatku terus menghirup emosi yang ditulis oleh penulisnya.
3.Di sekolah, kita diajarkan untuk menghirup udara melalui hidung untuk menjaga tubuh tetap sehat.
4.Karena cuaca panas, aku memutuskan untuk menghirup es krim untuk menghilangkan dahaga.
5.Setelah puasa sebulan, ibuku menghirup kopi hangat untuk melepaskan diri dari kemurungan.

📚 Artikel terkait kata "hirup"

Mengenal Kata 'hirup' - Inspirasi dan Motivasi

Hirup: Mengisi Hidup dengan Udara Segar

Kata "hirup" memiliki makna yang kaya dan kompleks dalam bahasa Indonesia. Secara umum, kata ini digunakan untuk menggambarkan proses mengisap udara melalui hidung. Namun, dalam konteks budaya dan sejarah Indonesia, kata ini memiliki makna yang lebih dalam. Pada abad ke-19, kata "hirup" digunakan untuk menggambarkan kegiatan bertamasya ke luar kota untuk menikmati udara segar di daerah pegunungan. Hal ini menunjukkan bahwa orang Indonesia telah memiliki kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan dan kualitas udara sejak lama. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "hirup" masih digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, "Saya akan hirup udara segar di pantai hari ini" atau "Dia menghentikan ceritanya untuk hirup kopinya". Kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih formal, seperti "Proses hirup udara melalui hidung merupakan salah satu cara tubuh menyesuaikan tekanan udara di sekitar". Dalam budaya Indonesia modern, kata "hirup" memiliki relevansi yang kuat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan meningkatnya polusi udara di kota-kota besar, kegiatan hirup udara segar menjadi semakin penting untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan kualitas hidup. Banyak orang yang mencari tempat-tempat alami untuk hirup udara segar, seperti pantai, gunung, atau hutan. Dengan demikian, kata "hirup" tidak hanya merupakan proses fisiologis, tetapi juga merupakan simbol kebebasan dan kesegaran hidup.