Arti Kata "geluk" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "geluk" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

geluk

ge·luk n tempurung (untuk tempat air); timba; sibur dsb; bagai -- tinggal di air, pb orang yg hanya menunggu bantuan orang lain

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "geluk"

📝 Contoh Penggunaan kata "geluk" dalam Kalimat

1.Pada musim hujan, air hujan menggenang di geluk yang terletak di tengah kota.
2.Dia selalu tinggal di geluk, menunggu bantuan orang lain untuk menjalani hidup.
3.Di kebun sayuran, kami membuat geluk dari bambu untuk menyimpan air hujan.
4.Dalam cerita rakyat, geluk digunakan sebagai metafora untuk kehidupan yang sederhana.
5.Kami harus memelihara geluk dengan baik agar airnya tetap bersih dan jernih untuk kebutuhan sehari-hari.

📚 Artikel terkait kata "geluk"

Mengenal Kata 'geluk' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Geluk" - Inspirasi dan Motivasi

Dalam bahasa Indonesia, kata "geluk" memiliki makna yang cukup luas dan kompleks. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), "geluk" dapat digunakan sebagai kata benda yang merujuk pada tempurung (untuk tempat air), timba, sibur, dan sebagainya. Namun, dalam konteks sosial dan budaya, "geluk" juga dapat digunakan sebagai kata sifat untuk menggambarkan orang yang hanya menunggu bantuan orang lain, sehingga mereka tidak perlu berusaha sendiri. Dalam sejarah, kata "geluk" memiliki makna yang lebih positif. Dalam zaman dulu, "geluk" sering digunakan untuk menggambarkan sifat orang yang beruntung dan bahagia. Mereka adalah orang-orang yang memiliki kehidupan yang sederhana, yet bahagia dan puas. Mereka tidak perlu menunggu bantuan orang lain, karena mereka sudah memiliki apa yang mereka butuhkan. Geluk dalam kehidupan sehari-hari memiliki makna yang sangat berbeda. Dalam konteks modern, "geluk" sering digunakan untuk menggambarkan orang yang hanya menunggu bantuan orang lain. Mereka adalah orang-orang yang tidak berusaha sendiri, melainkan selalu menunggu orang lain untuk menolong mereka. Hal ini sangat berbeda dengan makna "geluk" dalam zaman dulu, yang menggambarkan orang yang bahagia dan puas dengan kehidupan mereka. Contoh penggunaan kata geluk dalam kalimat alami dapat dilihat dalam beberapa contoh berikut: "Dia adalah orang yang sangat geluk, selalu menunggu orang lain untuk menolongnya." "Dia tidak perlu berusaha sendiri, karena dia sudah sangat geluk." "Dia hanya ingin menikmati kehidupan, tidak ingin berusaha sendiri seperti orang yang tidak geluk." Dalam budaya Indonesia modern, "geluk" memiliki makna yang sangat penting. Mereka yang dianggap "geluk" sering dianggap sebagai orang yang tidak memiliki keahlian dan kemampuan untuk menyelesaikan masalah sendiri. Mereka harus bergantung pada orang lain untuk menolong mereka, sehingga mereka tidak perlu berusaha sendiri. Hal ini sangat berbeda dengan budaya yang menganggap sifat "geluk" sebagai sesuatu yang positif dan menggambarkan orang yang bahagia dan puas dengan kehidupan mereka.