Arti Kata "holofitik" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "holofitik" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

holofitik

ho·lo·fi·tik n Bio kemampuan makhluk membentuk senyawa organik dr unsur-unsur mineral dng fotosintesis spt tumbuhan tinggi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "holofitik"

πŸ“ Contoh Penggunaan kata "holofitik" dalam Kalimat

1.Tumbuhan hijau melakukan fotosintesis melalui proses holofitik yang mengubah air dan karbondioksida menjadi glukosa.
2.Dalam ekosistem, tumbuhan tinggi menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan proses holofitik dan fotosintesis.
3.Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa melihat contoh holofitik pada tanaman di rumah yang menghasilkan oksigen dan mengurangi polusi udara.
4.Dalam pelajaran biologi, siswa diajarkan tentang proses holofitik dan fotosintesis yang terjadi pada tumbuhan tinggi.
5.Masyarakat kota harus memahami pentingnya melakukan holifitik pada tanaman di lingkungan sekitar untuk meningkatkan kualitas udara.

πŸ“š Artikel terkait kata "holofitik"

Mengenal Kata 'holofitik' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "holofitik" - Membuka Dunia Biologi dengan Lebih Deep

Kata "holofitik" mungkin belum familiar bagi banyak orang, tetapi maknanya sangat relevan dengan dunia biologi dan ekosistem. Secara resmi, kata ini berasal dari bahasa Yunani yang berarti "seluruh hidup" atau "keseluruhan hidup". Dalam konteks biologi, holofitik merujuk pada kemampuan makhluk hidup, seperti tumbuhan tinggi, untuk membentuk senyawa organik dari unsur-unsur mineral dengan proses fotosintesis. Sejarah kata "holofitik" sendiri terkait dengan perkembangan ilmu biologi, khususnya fotosintesis. Dalam tahun 1700-an, ilmuwan Prancis Jean Senebier menemukan bahwa tumbuhan dapat menghasilkan energi dari cahaya matahari. Penemuan ini kemudian dikembangkan oleh ilmuwan lain, seperti Jan Ingenhousz dan Nicolas-ThΓ©odore de Saussure, yang menjelaskan proses fotosintesis lebih lanjut. Holofitik menjadi istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan tumbuhan dalam membentuk senyawa organik dari unsur-unsur mineral. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "holofitik" dapat digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, saat kita membahas tentang pentingnya biosfer dan ekosistem, kita dapat mengatakan bahwa holofitik merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keseimbangan alam. Dalam kalimat yang lebih alami, kita dapat mengatakan: "Tumbuhan hijau memiliki holofitik yang tinggi dalam menghasilkan oksigen untuk lingkungan." Atau, "Proses holofitik dalam fotosintesis dapat membantu kita memahami pentingnya energi hijau sebagai sumber daya alami." Dalam budaya Indonesia modern, kata "holofitik" juga memiliki relevansi dengan gerakan lingkungan dan konservasi alam. Saat kita membahas tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati dan lingkungan hidup, kita dapat mengatakan bahwa holofitik merupakan salah satu aspek penting dalam menjaga keseimbangan alam. Dengan memahami konsep holofitik, kita dapat lebih menghargai pentingnya sistem ekosistem dan interaksi makhluk hidup dalam menjaga keseimbangan alam.