Arti Kata "desas-desus" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "desas-desus" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

desas-desus

de·sas-de·sus n 1 suara orang berbisik-bisik: di ruang itu kedengaran ada --; 2 percakapan orang banyak (yg belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya); kabar angin: ada -- yg mengatakan bahwa pejabat itu terlibat gerakan subversi;
men·de·sas-de·sus·kan v menyiarkan kabar angin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "desas-desus"

📝 Contoh Penggunaan kata "desas-desus" dalam Kalimat

1.Dalam kesempatan kerja sama dengan pemerintah, terdengar desas-desus bahwa perusahaan itu akan memenangkan kontrak besar.
2.Di kantor, desas-desus tentang gaji naik membuat semua karyawan bersemangat.
3.Dalam novelnya, penulis menggunakan desas-desus sebagai alat untuk menggambarkan suasana masyarakat.
4.Pada saat itu, desas-desus tentang bencana alam menyebabkan penduduk berdatangan untuk mencari informasi.
5.Saat berbicara dengan teman, aku mendengar desas-desus bahwa restoran baru itu memiliki menu yang lezat.

📚 Artikel terkait kata "desas-desus"

Mengenal Kata 'desas-desus' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "desas-desus" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "desas-desus" seringkali digunakan untuk menjelaskan suara orang berbisik-bisik atau percakapan orang banyak yang belum tentu benar dan tidak diketahui sumbernya. Dalam konteks historis, kata ini memiliki makna yang cukup luas dan telah digunakan sejak lama. Dalam budaya Indonesia, kata "desas-desus" seringkali terkait dengan kabar angin atau informasi yang tidak pasti. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "desas-desus" seringkali digunakan dalam berbagai konteks. Contoh penggunaan kata ini dapat dilihat dalam kalimat seperti: "Di kantor, terdengar ada desas-desus bahwa salah satu rekan kerja akan dipecat." Atau, "Saya mendengar desas-desus bahwa ada kejadian aneh di daerah tersebut." Ini menunjukkan bahwa kata "desas-desus" dapat digunakan untuk menjelaskan suara orang berbisik-bisik atau informasi yang tidak pasti. Dalam budaya Indonesia modern, kata "desas-desus" masih sangat relevan. Dalam era digital, informasi dapat tersebar dengan cepat melalui media sosial dan internet. Namun, tidak semua informasi yang tersebar adalah benar. Oleh karena itu, penting untuk berhati-hati dalam menerima informasi dan tidak terlalu cepat percaya pada desas-desus. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerugian atau konsekuensi yang tidak diinginkan.