Arti Kata "hina dina" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hina dina" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hina dina

hi·na di·na a rendah lagi miskin; sangat hina; tidak berharga;
meng·hi·na·di·na·kan v memandang rendah lagi miskin, merendahkan dan memandang miskin

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hina dina"

📝 Contoh Penggunaan kata "hina dina" dalam Kalimat

1.Harga barang yang murah menunjukkan bahwa kualitasnya tidak hina dina.
2.Di masyarakat, perilaku sombong sering kali menunjukkan bahwa seseorang merasa lebih tinggi daripada orang lain yang dianggap hina dina.
3.Dalam konteks pendidikan, guru yang memandang muridnya sebagai hina dina akan sulit mendidik mereka dengan efektif.
4.Pernikahan antara orang kaya dan orang miskin yang dianggap hina dina sering kali menimbulkan perlawanan dari masyarakat.
5.Harga diri yang rendah dan merasa hina dina sering kali membuat seseorang sulit meningkatkan kualitas hidup mereka.

📚 Artikel terkait kata "hina dina"

Mengenal Kata 'hina dina' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "hina dina" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "hina dina" dalam bahasa Indonesia memiliki makna yang sangat mendalam. Menurut KBBI, kata ini memiliki arti "hi·na di·na a rendah lagi miskin; sangat hina; tidak berharga;meng·hi·na·di·na·kan v memandang rendah lagi miskin, merendahkan dan memandang miskin". Dalam konteks sejarah dan sosial, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang atau masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan.

Contoh Penggunaan Kata "hina dina" dalam Kalimat

Kata "hina dina" sering digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan kondisi atau perilaku tertentu. Misalnya, "Dia merasa hina dina karena tidak bisa melunasi hutangnya". Dalam contoh lain, "Mereka menghina dina orang yang tidak memiliki pekerjaan". Contoh lainnya adalah, "Dia menghina dina temannya yang tidak bisa membeli makanan". Dalam setiap contoh ini, kata "hina dina" digunakan untuk menggambarkan kondisi atau perilaku yang tidak diinginkan.

Relevansi Kata "hina dina" dalam Kehidupan Sehari-hari

Kata "hina dina" tetap relevan dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam konteks kemiskinan dan ketidakadilan. Dalam budaya Indonesia modern, kata ini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi seseorang atau masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan ketidakadilan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk lebih memahami makna dan konteks kata "hina dina" agar dapat menggunakan kata ini dengan tepat dan efektif dalam berbagai konteks.