Arti Kata "hila-hila" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hila-hila" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hila-hila

hi·la-hi·la n adat lama yg ditegakkan golongan tua-tua

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hila-hila"

📝 Contoh Penggunaan kata "hila-hila" dalam Kalimat

1.Pada masa lalu, hila-hila masih dijalankan oleh masyarakat tradisional dengan ketat.
2.Di desa kami, hila-hila masih menjadi tradisi yang sangat penting bagi warga tua.
3.Pengadilan lama tidak lagi menjalankan hila-hila yang diskriminatif terhadap perempuan.
4.Pada abad ke-19, hila-hila digunakan sebagai alat pemerintahan yang efektif oleh pemerintah kolonial.
5.Penghancuran hila-hila oleh pemerintah baru diharapkan akan membawa kebebasan dan persamaan bagi rakyat.

📚 Artikel terkait kata "hila-hila"

Mengenal Kata 'hila-hila' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hila-Hila" - Inspirasi dan Motivasi

Definisi dan Makna Umum

Hila-hila adalah kata yang memiliki makna khusus dalam bahasa Indonesia. Menurut KBBI, hila-hila adalah adat lama yang ditegakkan oleh golongan tua-tua. Dalam konteks sejarah, hila-hila digunakan untuk mengatur perilaku masyarakat, terutama bagi anak muda. Dengan demikian, hila-hila memiliki makna yang terkait dengan tradisi dan norma sosial.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat

Hila-hila seringkali digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari. Misalnya, "Ibu mengingatkan anaknya untuk mengikuti hila-hila keluarga agar tidak melakukan hal yang tidak pantas." Dalam kalimat ini, hila-hila digunakan sebagai contoh adat lama yang perlu diikuti. Contoh lain adalah "Pada masa lalu, hila-hila digunakan untuk mengatur perilaku wanita dalam masyarakat." Dalam contoh ini, hila-hila digunakan untuk menggambarkan tradisi yang pernah ada.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-Hari

Meskipun hila-hila tidak lagi digunakan secara luas dalam kehidupan sehari-hari, konsepnya masih relevan dalam beberapa aspek. Misalnya, banyak orang yang masih mengikuti tradisi dan norma sosial yang telah diamalkan oleh leluhur. Dalam konteks ini, hila-hila dapat diartikan sebagai contoh adat lama yang masih relevan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, hila-hila juga dapat digunakan sebagai inspirasi bagi orang-orang yang ingin meninggalkan tradisi yang tidak lagi relevan. Dengan demikian, hila-hila tetap memiliki makna yang terkait dengan inspirasi dan motivasi.