Arti Kata "hiperkelas" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "hiperkelas" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

hiperkelas

hi·per·ke·las n Ling perangkat kata yg kelasnya berlainan, tetapi secara sintaktis mempunyai perilaku yg sama

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "hiperkelas"

📝 Contoh Penggunaan kata "hiperkelas" dalam Kalimat

1.Dalam konteks akademis, kata baku "hiperkelas" digunakan untuk menggambarkan peralatan yang memerlukan perawatan khusus, seperti mesin cuci hiperkelas yang dapat membersihkan pakaian dengan efektif.
2.Sehari-hari, orang sering menggunakan kata "hiperkelas" untuk menggambarkan produk yang memiliki kualitas tinggi, seperti smartphone hiperkelas yang memiliki fitur canggih dan desain yang elegan.
3.Dalam konteks sastra, kata "hiperkelas" dapat digunakan untuk menggambarkan karakter yang memiliki status sosial yang tinggi, seperti seorang hiperkelas yang memiliki kekuasaan dan kemewahan.
4.Dalam konteks pendidikan, kata "hiperkelas" digunakan untuk menggambarkan siswa yang memiliki kemampuan akademis yang tinggi, seperti siswa hiperkelas yang selalu mendapatkan nilai tinggi di ujian.
5.Dalam konteks sosial, kata "hiperkelas" digunakan untuk menggambarkan kelompok masyarakat yang memiliki status sosial yang tinggi, seperti keluarga hiperkelas yang memiliki rumah mewah dan mobil mewah.

📚 Artikel terkait kata "hiperkelas"

Mengenal Kata 'hiperkelas' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Hiperkelas" - Makna dan Contoh Penggunaan

Perkataan "hiperkelas" muncul di kalangan bahasa Indonesia pada awal abad ke-20, ketika bahasa Indonesia mulai berkembang sebagai bahasa resmi negara. Kata ini digunakan untuk menggambarkan dua atau lebih kata yang berbeda kelas, tetapi memiliki perilaku sintaksis yang sama. Dalam konteks ini, "hiperkelas" membantu memahami struktur gramatikal bahasa Indonesia yang lebih kompleks. Hiperkelas sering digunakan dalam analisis sintaksis dan gramatika untuk membedakan kata-kata yang memiliki fungsi yang sama tetapi memiliki kelas kata yang berbeda. Misalnya, "dia" (pronomina orang ketiga) dan "ia" (pronomina orang ketiga) adalah hiperkelas karena memiliki fungsi sintaksis yang sama, yaitu sebagai subjek atau objek dalam kalimat. Contoh lain adalah "saya" (pronomina orang pertama) dan "aku" (pronomina orang pertama), yang juga termasuk dalam hiperkelas karena memiliki perilaku sintaksis yang sama. Dalam kehidupan sehari-hari, hiperkelas berperan penting dalam komunikasi dan bahasa sehari-hari. Contohnya adalah dalam menggunakan kata-kata yang memiliki arti yang sama tetapi memiliki kelas kata yang berbeda. Misalnya, "saya" dan "aku" dapat digunakan secara bergantian dalam kalimat tanpa mengubah makna atau struktur kalimat. Hal ini memungkinkan komunikasi yang lebih efektif dan ekspresif dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami hiperkelas, kita dapat meningkatkan kemampuan bahasa dan komunikasi yang lebih baik dalam berbagai konteks.