Arti Kata "halusinogen" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "halusinogen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

halusinogen

ha·lu·si·no·gen /halusinogén/ n bahan yg menimbulkan halusinasi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "halusinogen"

📝 Contoh Penggunaan kata "halusinogen" dalam Kalimat

1.Kepolisian menemukan dan menghancurkan laboratorium pembuatan halusinogen ilegal di kompleks perumahan mewah.
2.Dokter menganjurkan pasien untuk menghindari konsumsi halusinogen yang dapat memperburuk kondisi mentalnya.
3.Dalam novel karya penulis terkenal, tokoh utama menggunakan halusinogen untuk menciptakan karya seni yang unik.
4.Pada kuliah tentang psikologi, dosen membahas tentang efek halusinogen pada otak manusia dan perilaku.
5.Kepada anak-anak, ibu memperingatkan agar tidak mencoba halusinogen yang dapat membahayakan kesehatan mereka.

📚 Artikel terkait kata "halusinogen"

Mengenal Kata 'halusinogen' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Halusinogen" - Bahan yang Menimbulkan Halusinasi

Kata "halusinogen" seringkali dikaitkan dengan dunia parafarmasi dan psikotropika. Namun, apa sebenarnya makna umum dan konteks historis/sosial dari kata ini? Halusinogen adalah bahan yang menimbulkan halusinasi, yaitu pengalaman subjektif yang tidak didukung oleh kebenaran objektif. Istilah ini pertama kali digunakan pada abad ke-19, ketika para ilmuwan mulai mempelajari efek psikotropika dari beberapa tumbuhan dan zat kimia. Penggunaan kata halusinogen dapat ditemukan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam konteks medis, dokter mungkin akan menggunakan halusinogen untuk menggambarkan efek sampingan dari suatu obat yang dapat menyebabkan halusinasi pada pasien. Dalam konteks psikologis, halusinogen dapat digunakan untuk menjelaskan pengalaman halusinatif yang dialami oleh seseorang yang mengalami gangguan mental. Contoh lain, dalam konteks budaya, halusinogen mungkin digunakan untuk menggambarkan efek psikotropika dari suatu jenis musik atau seni yang dapat meninggalkan pengalaman halusinatif pada penonton. Dalam kehidupan sehari-hari, kata halusinogen masih relevan dan seringkali dikaitkan dengan dunia parafarmasi dan psikotropika. Namun, perlu diingat bahwa penggunaan halusinogen haruslah hati-hati dan tidak boleh digunakan secara tidak bertanggung jawab. Dalam budaya Indonesia modern, halusinogen dapat digunakan dalam konteks seni dan musik, seperti dalam penggunaan efek suara atau visual yang dapat meninggalkan pengalaman halusinatif pada penonton. Dengan demikian, kata halusinogen masih tetap memiliki makna yang relevan dan menarik dalam kehidupan sehari-hari.