Arti Kata "gelongsor" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "gelongsor" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

gelongsor

ge·long·sor v, meng·ge·long·sor v meluncur turun: kayu itu ~ dr lereng bukit menimpa pohon-pohon kecil

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "gelongsor"

📝 Contoh Penggunaan kata "gelongsor" dalam Kalimat

1.Siswa-siswa sekolah itu terlihat gelongsor turun ke jalanan setelah bus sekolah terjatuh.
2.Dalam film barat, seorang pahlawan muda itu meluncur gelongsor di lereng bukit mengejar musuhnya.
3.Karena hujan deras, petugas perawatan jalan harus berhati-hati agar tidak tergelongsor ke bawah.
4.Di tempat rekreasi, seorang anak kecil tertawa gembira saat dia meluncur gelongsor di tangga bermain.
5.Pada musim hujan, beberapa kendaraan tergelongsor dan terjatuh di jalan yang licin dan berdebu.

📚 Artikel terkait kata "gelongsor"

Mengenal Kata 'gelongsor' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "gelongsor" - Kunci Keselamatan di Lereng Bukit

Kata "gelongsor" merupakan istilah yang familiar bagi masyarakat Indonesia, terutama mereka yang berkaitan dengan kegiatan di lereng bukit atau gunung. Gelongsor sendiri memiliki arti resmi sebagai menggelongsor atau meluncur turun, seperti kayu yang gelongsor dr lereng bukit menimpa pohon-pohon kecil. Dalam konteks sejarah, kata "gelongsor" sering dikaitkan dengan kejadian alam yang berbahaya, seperti longsoran tanah atau batu yang menghantam pendaki. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, kata ini juga digunakan dalam konteks lebih luas, seperti ketika suatu benda menggelongsor ke bawah lereng bukit karena faktor cuaca atau kecelakaan lainnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "gelongsor" sering digunakan dalam kalimat yang alami. Misalnya, "Kayu itu gelongsor ke dasar tebing karena cuaca hujan yang lebat," atau "Pendaki itu terjatuh karena gelongsor di lereng bukit." Dalam beberapa kasus, kata ini juga digunakan dalam konteks yang lebih umum, seperti ketika suatu benda menggelongsor ke bawah tanah karena faktor gravitasi. Kata "gelongsor" juga memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam beberapa kasus, gelongsor dapat menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, seperti jalan atau bangunan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep gelongsor dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil untuk menghindari kecelakaan yang lebih serius. Dalam budaya Indonesia modern, kata "gelongsor" juga digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam lagu atau cerita rakyat. Namun, dalam banyak kasus, kata ini digunakan dalam konteks yang lebih serius, seperti ketika menggambarkan kejadian alam yang berbahaya atau kerusakan pada lingkungan. Dalam kesimpulan, kata "gelongsor" memiliki arti yang sangat penting dalam konteks keamanan dan lingkungan. Dengan memahami konsep gelongsor dan langkah-langkah pencegahan yang dapat diambil, kita dapat menghindari kecelakaan yang lebih serius dan menjaga keamanan di lereng bukit.