Arti Kata "prevalensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "prevalensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

prevalensi

pre·va·len·si /prévalénsi/ n 1 hal yg umum; kelaziman; 2 Dok jumlah keseluruhan kasus penyakit yg terjadi pd suatu waktu tertentu di suatu wilayah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "prevalensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "prevalensi" dalam Kalimat

1.Dalam suatu masyarakat, prevalensi perilaku kurang sehat sangat tinggi.
2.Penelitian tersebut menunjukkan prevalensi penyakit diabetes di Indonesia yang meningkat dari tahun ke tahun.
3.Karena prevalensi korupsi yang tinggi, pemerintah harus menangani masalah ini dengan serius.
4.Dalam bukunya, penulis membahas tentang prevalensi kejahatan di kalangan remaja yang semakin meningkat.
5.Dokter memeriksa prevalensi penyakit tuberkulosis di daerah terpencil dan menemukan angka yang cukup tinggi.

📚 Artikel terkait kata "prevalensi"

Mengenal Kata 'prevalensi' - Inspirasi dan Motivasi

Prevalensi: Mengenal Makna dan Dampaknya dalam Masyarakat

Prevalensi adalah istilah yang telah ada sejak lama dalam bahasa Indonesia, namun maknanya yang luas dan kompleks membuat banyak orang masih belum paham dengan benar apa itu prevalensi. Secara umum, prevalensi dapat diartikan sebagai hal yang umum atau kelaziman dalam masyarakat. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, ketika orang-orang perlu memahami bagaimana penyakit menyebar dan berdampak pada populasi.

Contoh Penggunaan Prevalensi dalam Kalimat yang Alami

Prevalensi seringkali digunakan dalam konteks medis untuk menggambarkan jumlah keseluruhan kasus penyakit yang terjadi pada suatu waktu tertentu di suatu wilayah. Misalnya, "Prevalensi penyakit HIV/AIDS di Indonesia masih tinggi, sehingga diperlukan upaya preventif yang lebih besar." Atau, "Prevalensi kejadian luka bakar di rumah tangga meningkat akhir-akhir ini, sehingga perlu adanya kesadaran akan pentingnya keselamatan." Dalam kedua contoh tersebut, prevalensi digunakan untuk menggambarkan ukuran dan dampak penyakit.

Prevalensi dalam Kehidupan Sehari-Hari dan Budaya Indonesia Modern

Prevalensi tidak hanya berlaku dalam konteks medis, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari dan budaya Indonesia modern. Misalnya, "Prevalensi penggunaan teknologi smartphone di kalangan masyarakat Indonesia meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir." Atau, "Prevalensi kejadian korupsi di Indonesia masih tinggi, sehingga perlu adanya upaya pemberantasan yang lebih serius." Dalam kedua contoh tersebut, prevalensi digunakan untuk menggambarkan ukuran dan dampak fenomena sosial yang berdampak pada masyarakat. Dalam keseluruhan, prevalensi adalah konsep yang kompleks dan luas, yang dapat digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan ukuran dan dampak fenomena sosial. Dengan memahami makna dan konteks prevalensi, kita dapat lebih baik memahami dunia sekitar kita dan berpartisipasi dalam usaha pemberantasan masalah sosial.