Arti Kata "familisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "familisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

familisme

fa·mi·lis·me n pola sosial yg setiap anggota keluarga harus lebih memberikan prioritas kpd kepentingan keluarga dp kepentingan pribadi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "familisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "familisme" dalam Kalimat

1.Pada masyarakat Jawa, familisme sangat kuat sehingga setiap anggota keluarga harus menempatkan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadi.
2.Pola hidup yang penuh dengan familisme seringkali menyebabkan individu kehilangan identitas dan kebebasannya sendiri.
3.Dalam konteks budaya, orang Jawa sangat menghargai nilai familisme yang mengutamakan kepentingan keluarga di atas kepentingan pribadi.
4.Saat ini, banyak anak muda yang merasa tertekan dengan pola hidup yang terlalu berfokus pada familisme, sehingga kebebasan mereka dikurangi.
5.Kehidupan sosial di pedesaan masih dipengaruhi oleh pola hidup tradisional yang sangat berfokus pada nilai-nilai familisme.

📚 Artikel terkait kata "familisme"

Mengenal Kata 'familisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Familisme" - Inspirasi dan Motivasi

Apakah itu Familisme?

Familisme adalah pola sosial yang setiap anggota keluarga harus lebih memberikan prioritas kepada kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi. Konsep ini telah ada sejak zaman kuno, tetapi popularitasnya meningkat di era modern sebagai hasil dari perubahan nilai-nilai sosial dan ekonomi. Dalam konteks historis, familisme seringkali terkait dengan kebutuhan akan bantuan dan dukungan sosial dalam menghadapi tantangan hidup.

Penggunaan Kata "Familisme" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Familisme seringkali digunakan dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk menggambarkan pola pikir dan perilaku orang-orang yang lebih memilih kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi. Contoh penggunaan kata familisme dalam kalimat yang alami adalah: - "Dia sangat familisme dan selalu memilih kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi." - "Pola hidup yang familisme seringkali menyebabkan orang-orang kehilangan identitas dan kebebasan." - "Dia menganggap bahwa kepentingan keluarga lebih penting daripada kepentingan pribadi dalam konteks familisme."

Relevansi Familisme dalam Kehidupan Indonesia Modern

Familisme memiliki relevansi yang signifikan dalam kehidupan Indonesia modern, terutama dalam konteks kebutuhan sosial dan ekonomi. Banyak orang Indonesia yang masih memprioritaskan kepentingan keluarga daripada kepentingan pribadi, terutama dalam hal keuangan dan karir. Namun, kehadiran budaya individualisme dan globalisasi juga mempengaruhi pola pikir dan perilaku masyarakat Indonesia, sehingga membuat familisme menjadi lebih kompleks dan multifaset.