Arti Kata "ekskomunikasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ekskomunikasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ekskomunikasi

eks·ko·mu·ni·ka·si /ékskomunikasi/ n Kat pengucilan seseorang dr keanggotaan gereja

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ekskomunikasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "ekskomunikasi" dalam Kalimat

1.Paus menyatakan ekskomunikasi terhadap uskup yang menolak mengikuti keputusan Konferensi Vatikan.
2.Gereja Katolik memutuskan ekskomunikasi sementara terhadap anggota yang melakukan pernikahan sipil.
3.Istilah ekskomunikasi digunakan dalam konteks teologi untuk menjelaskan fenomena pengucilan dalam agama.
4.Pengucilan ekskomunikasi dapat menyebabkan seseorang terpisah dari komunitas gereja.
5.Ketika saya mendengar kata ekskomunikasi, saya selalu mengingat pengalaman ibu saya yang pernah terpisah dari gereja.

📚 Artikel terkait kata "ekskomunikasi"

Mengenal Kata 'ekskomunikasi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ekskomunikasi" - Makna Pengucilan di Gereja

Ekskomunikasi, sebuah kata yang mungkin asing bagi sebagian orang, tapi memiliki makna yang sangat kunci dalam konteks agama dan kehidupan sosial. Secara etimologis, ekskomunikasi berasal dari kata kerja Latin "excommunicare," yang berarti "mengucilkan" atau "mengusir." Dalam konteks gereja, ekskomunikasi digunakan untuk menyatakan pengucilan seseorang dari keanggotaan gereja. Pengucilan ini bukan hanya sekedar penolakan, tapi juga merupakan hukuman spiritual yang ditetapkan oleh gereja. Dalam sejarah gereja, ekskomunikasi digunakan sebagai hukuman bagi mereka yang tidak taat pada perintah gereja atau melakukan pelanggaran moral. Dengan demikian, ekskomunikasi menjadi simbol pengakuan kesalahan dan kesediaan untuk bertobat. Contoh penggunaan kata ekskomunikasi dalam kalimat yang alami adalah: * "Gereja mengeluarkan pernyataan ekskomunikasi terhadap para biarawan yang melakukan pelanggaran moral." * "Dia di ekskomunikasi dari keanggotaan gereja karena tidak taat pada perintah gereja." * "Kerusuhan antara penganut agama yang berbeda akhirnya berujung pada ekskomunikasi dari masyarakat." Dalam kehidupan sehari-hari, kata ekskomunikasi masih relevan dalam beberapa konteks. Misalnya, dalam konteks organisasi atau komunitas, ekskomunikasi dapat berarti pengucilan atau penolakan terhadap seseorang. Dalam budaya Indonesia modern, ekskomunikasi juga digunakan untuk menggambarkan pengucilan atau penolakan terhadap seseorang yang dianggap tidak sesuai dengan nilai-nilai masyarakat. Dalam beberapa kasus, ekskomunikasi juga digunakan sebagai cara untuk mengingatkan seseorang tentang kesalahan mereka dan memberikan kesempatan untuk bertobat. Dengan demikian, ekskomunikasi menjadi alat untuk memperbaiki diri dan menjadi bagian dari masyarakat yang lebih baik. Dalam kesimpulan, ekskomunikasi adalah kata yang memiliki makna yang sangat kunci dalam konteks agama dan kehidupan sosial. Dengan memahami makna dan konteks penggunaan kata ekskomunikasi, kita dapat lebih memahami nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dijunjung tinggi dalam masyarakat.