Arti Kata "dwiperan" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dwiperan" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dwiperan

dwi·pe·ran n peran rangkap (ganda);
dwi·pe·ran·an n dwiperan

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dwiperan"

📝 Contoh Penggunaan kata "dwiperan" dalam Kalimat

1.Dalam dunia aktor, dia memerankan tokoh utama dan tokoh pendamping dalam film tersebut dengan baik dan profesional.
2.Dia memegang dua jabatan sekaligus sebagai kepala sekolah dan wakil kepala sekolah di sebuah sekolah negeri.
3.Dalam teater, ia bermain sebagai dua karakter yang berbeda dalam sebuah pertunjukan yang sangat menarik.
4.Dia ditempatkan untuk menjadi wakil direktur dan direktur di sebuah perusahaan yang sedang berkembang.
5.Sebagai seorang atlet, dia harus mengemban dua tanggung jawab sekaligus sebagai pemain dan pelatih tim sepak bola.

📚 Artikel terkait kata "dwiperan"

Mengenal Kata 'dwiperan' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dwiperan" - Inspirasi dari Peran Ganda

Dalam bahasa Indonesia, kata "dwiperan" memiliki makna yang sangat luas dan relevan dalam konteks sosial dan budaya. Secara harfiah, dwiperan mengacu pada peran ganda atau peran yang diemban oleh seseorang. Dalam sejarahnya, konsep dwiperan telah ada sejak zaman kolonial Belanda, ketika orang-orang Belanda yang menjabat sebagai administrator kolonial juga memiliki peran sebagai pemimpin agama. Dalam konteks sosial, dwiperan seringkali terkait dengan konsep "dualisme" atau "persilangan" antara dua atau lebih peran yang berbeda. Misalnya, seorang pebisnis yang juga aktif dalam organisasi sosial atau seorang politisi yang juga memiliki peran sebagai pendidik. Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang menganggap dwiperan sebagai suatu tantangan dan peluang untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Dalam beberapa kalimat, kata dwiperan dapat digunakan seperti ini: "Dia memiliki dwiperan sebagai direktur perusahaan dan ketua organisasi sosial." "Dia diharapkan untuk mengemban dwiperan sebagai menteri dan pimpinan partai politik." "Dia telah berhasil mengemban dwiperan sebagai dokter dan aktivis kesehatan masyarakat." Dalam budaya Indonesia modern, konsep dwiperan telah menjadi sangat relevan dan inspiratif. Banyak orang yang menganggap dwiperan sebagai suatu kekuatan dan kemampuan untuk berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan demikian, kata dwiperan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi mereka yang ingin berkontribusi dalam berbagai aspek kehidupan.