Arti Kata "dukana" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dukana" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dukana

du·ka·na n kuat syahwat; nafsu berahi: menyimpan wanita untuk pemuas nafsu -- termasuk dosa besar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dukana"

📝 Contoh Penggunaan kata "dukana" dalam Kalimat

1.Dalam sejarah kesultanan, para raja sering mengadopsi praktek dukana untuk memenuhi keinginan mereka.
2.Penggunaan kata dukana dalam konteks agama sering kali dianggap sebagai dosa besar oleh masyarakat.
3.Sang raja memiliki banyak permaisuri, tetapi dia masih tidak puas, karena dia memiliki hawa nafsu yang sangat kuat, seperti orang yang memiliki dukana.
4.Dalam kisah sastra, tokoh protagonis sering kali terjebak dalam keadaan yang sulit karena sifat dukana yang tidak terkalahkan.
5.Pendidikan moral sering kali menekankan pentingnya mengendalikan nafsu dan menghindari keadaan dukana yang dapat menyebabkan kerusakan.

📚 Artikel terkait kata "dukana"

Mengenal Kata 'dukana' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Dukana" - Dosa Besar dalam Agama Islam

Kata "dukana" memiliki makna yang sangat spesifik dalam bahasa Indonesia, yaitu kuat syahwat atau nafsu berahi. Dalam konteks agama Islam, dukana dianggap sebagai dosa besar yang dapat membinasakan jiwa manusia. Dalam sejarah Islam, istilah dukana digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sangat terobsesi dengan keinginan seksualnya. Dalam kehidupan sehari-hari, kata dukana masih digunakan dalam konteks yang lebih luas, seperti dalam bahasa sehari-hari atau bahasa populer. Misalnya, seseorang dapat mengatakan "Dia sedang dukana dengan wanita itu" atau "Dia memiliki dukana yang sangat kuat". Dalam kalimat-kalimat ini, kata dukana digunakan untuk menggambarkan keadaan seseorang yang sangat terobsesi dengan keinginan seksualnya. Namun, dalam konteks agama Islam, dukana dianggap sebagai dosa besar yang dapat membinasakan jiwa manusia. Dalam kehidupan modern, masih banyak orang yang terobsesi dengan keinginan seksualnya dan mengabaikan nilai-nilai agama. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna kata dukana dan menghindari keadaan tersebut. Dengan memahami dukana, kita dapat lebih bijak dalam menghadapi keinginan-keinginan yang tidak seimbang dan lebih fokus pada jalan yang benar.