Arti Kata "disklimaks" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disklimaks" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disklimaks

dis·kli·maks n komunitas stabil yg disebabkan oleh aktivitas manusia atau hewan ternaknya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disklimaks"

📝 Contoh Penggunaan kata "disklimaks" dalam Kalimat

1.Hutan di dataran tinggi menjadi disklimaks karena aktivitas peternakan sapi di daerah itu.
2.Pengelolaan lahan di daerah tertentu dapat mengubah ekosistem menjadi disklimaks yang mengancam keberlangsungan lingkungan.
3.Kebijakan pemerintah memastikan tidak terbentuknya disklimaks di kawasan hutan lindung yang rawan erosi tanah.
4.Diskrimaks yang terjadi di hutan dapat mempengaruhi kualitas udara dan hidrologi di sekitarnya.
5.Pendidikan lingkungan hidup membantu siswa memahami fenomena disklimaks dan dampaknya terhadap ekosistem.

📚 Artikel terkait kata "disklimaks"

Mengenal Kata 'disklimaks' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Disklimaks" - Pengaruh Aktivitas Manusia

Diskrimaks, atau lebih tepatnya disklimaks, merupakan istilah yang digunakan dalam ilmu lingkungan untuk menggambarkan komunitas stabil yang disebabkan oleh aktivitas manusia atau hewan ternaknya. Dalam konteks historis, disklimaks sering kali terjadi pada wilayah yang telah terus-menerus diterangi oleh kegiatan manusia, seperti pertanian atau pemukiman. Dalam kehidupan sehari-hari, disklimaks dapat terjadi di berbagai tempat, seperti hutan yang telah ditebangi untuk keperluan perkebunan atau pertanian. Contoh kalimat yang menggunakan kata disklimaks adalah: "Aktivitas manusia di hutan telah menyebabkan disklimaks yang parah, sehingga komunitas tumbuhan dan hewan mulai mengalami perubahan." Atau, "Kebijakan pemerintah yang tidak efektif dalam menjaga kawasan hutan telah menyebabkan disklimaks yang semakin parah." Relevansi disklimaks dalam kehidupan sehari-hari juga dapat dilihat dalam beberapa aspek, seperti ekonomi dan sosial. Dalam konteks ekonomi, disklimaks dapat menyebabkan kerugian besar bagi petani atau perusahaan yang tergantung pada sumber daya alam. Sementara itu, dari sudut sosial, disklimaks dapat menyebabkan konflik antara masyarakat yang ingin mengembangkan wilayah dengan yang ingin menjaga kelestarian lingkungan. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami konsep disklimaks dan berperan aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.