Arti Kata "jembel" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "jembel" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

jembel

jem·bel /jémbél/ a melarat; miskin sekali: setelah menjadi orang -- , hidupnya tidak menentu lagi

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "jembel"

📝 Contoh Penggunaan kata "jembel" dalam Kalimat

1.Setelah menjadi orang jembel, hidupnya tidak menentu lagi.
2.Kondisi sosial yang memungkinkan seseorang menjadi jembel perlu diatasi dengan cepat.
3.Dia menolak membantu temannya yang menjadi jembel akibat kecelakaan.
4.Para nelayan jembel seperti dia hidup dalam kemiskinan yang sangat parah.
5.Pemerintah harus membuat kebijakan untuk mencegah anak-anak menjadi jembel di masa depan.

📚 Artikel terkait kata "jembel"

Mengenal Kata 'jembel' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "jembel" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "jembel" memiliki makna yang sangat menarik dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks historis dan sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan seseorang yang hidup dalam keadaan sangat miskin atau melarat. Konsep ini seringkali terkait dengan kemiskinan, kesulitan hidup, dan kekurangan akses ke sumber daya dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jembel" seringkali digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang hidup dalam kondisi sosial dan ekonomi yang sangat sulit. Mereka mungkin menghadapi tantangan seperti mencari nafkah, mendapatkan akses ke pendidikan, dan memperoleh pengobatan yang layak. Dalam beberapa kasus, kata "jembel" juga dapat digunakan untuk menggambarkan keadaan mental atau emosional yang sulit, seperti depresi, kesepian, atau kekecewaan. Berikut beberapa contoh penggunaan kata "jembel" dalam kalimat yang alami: - Setelah kehilangan pekerjaan, dia hidup dalam kondisi sangat jembel dan tidak tahu bagaimana mengatasi kehidupannya. - Masyarakat setempat banyak yang hidup dalam kondisi jembel, sehingga mereka membutuhkan bantuan daripada pemerintah. - Setelah menjadi jembel, hidupnya tidak menentu lagi, dan dia harus bekerja keras untuk mencari nafkah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "jembel" memiliki relevansi yang sangat penting. Banyak orang di Indonesia yang masih mengalami kemiskinan, kesulitan hidup, dan kekurangan akses ke sumber daya dasar. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks kata "jembel" agar dapat memberikan bantuan yang tepat kepada mereka yang membutuhkan.