Arti Kata "disinsentif" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "disinsentif" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

disinsentif

dis·in·sen·tif /disinséntif/ a bersifat tidak merangsang; tidak memberi insentif: sasaran pajak yg demikian besar dapat merupakan -- bagi dunia usaha

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "disinsentif"

📝 Contoh Penggunaan kata "disinsentif" dalam Kalimat

1.Sasaran pajak yang demikian besar dapat merupakan disinsentif bagi dunia usaha.
2.Kebijakan pemerintah terhadap sektor industri tidak memberikan disinsentif bagi pengembangan teknologi.
3.Kondisi cuaca buruk dapat menjadi disinsentif bagi para atlet untuk melaksanakan latihan di luar ruangan.
4.Penghapusan subsidi beras menjadi disinsentif bagi para petani untuk menggarap lahan yang luas.
5.Keterbatasan fasilitas olahraga dapat menjadi disinsentif bagi siswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi sekolah.

📚 Artikel terkait kata "disinsentif"

Mengenal Kata 'disinsentif' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "disinsentif" - Mengapa Pentingnya dalam Ekonomi

Pada era modern ini, kita sering mendengar kata disinsentif dalam konteks ekonomi dan kebijakan pemerintah. Tetapi apa itu disinsentif sebenarnya? Makna umum dari kata ini adalah "bersifat tidak merangsang" atau "tidak memberi insentif". Dalam konteks historis, kata ini muncul sebagai konsep ekonomi yang penting dalam menentukan kebijakan fiskal dan moneter. Dalam prakteknya, disinsentif dapat berarti bahwa suatu kebijakan atau kegiatan tidak memberikan manfaat atau keuntungan bagi individu atau organisasi. Misalnya, jika sasaran pajak yang besar dapat menjadi disinsentif bagi dunia usaha, maka kebijakan ini dapat menghambat pertumbuhan ekonomi. Dalam hal ini, disinsentif dapat berarti bahwa kebijakan tersebut tidak efektif dalam mencapai tujuannya. Berikut beberapa contoh penggunaan kata disinsentif dalam kalimat yang alami: - Kebijakan subsidi tidak memberikan disinsentif bagi produsen untuk meningkatkan produksi. - Sasaran pajak yang besar dapat menjadi disinsentif bagi dunia usaha untuk berinvestasi. - Kebijakan disinsentif dapat menghambat pertumbuhan ekonomi karena tidak memberikan manfaat bagi individu atau organisasi. Dalam kehidupan sehari-hari, kata disinsentif memiliki relevansi yang signifikan dalam budaya Indonesia modern. Dalam konteks ekonomi, disinsentif dapat berarti bahwa kebijakan atau kegiatan tidak efektif dalam mencapai tujuannya. Namun, dalam konteks sosial, disinsentif dapat berarti bahwa seseorang atau organisasi tidak merasa termotivasi untuk melakukan sesuatu karena tidak ada manfaat atau keuntungan yang diberikan. Oleh karena itu, penting untuk memahami makna dan konteks dari kata disinsentif agar dapat membuat keputusan yang tepat dalam kehidupan sehari-hari.