Arti Kata "diskualifikasi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diskualifikasi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diskualifikasi

dis·ku·a·li·fi·ka·si n Olr 1 larangan turut bertanding bagi seseorang atau sebuah regu krn melanggar peraturan pertandingan; 2 pernyataan tidak cakap atau tidak mampu; 3 pencabutan hak; 4 hal tidak memenuhi syarat akibat kelainan atau cacat pd tubuhnya;
men·dis·ku·a·li·fi·ka·si·kan v Olr 1 melarang seseorang turut bertanding krn melanggar peraturan; 2 menyatakan tidak cakap atau tidak mampu; 3 mencabut hak

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diskualifikasi"

📝 Contoh Penggunaan kata "diskualifikasi" dalam Kalimat

1.Pemain sepak bola itu disdiskualifikasi karena melakukan tindakan kekerasan pada lawannya.
2.Pada pertandingan olahraga, hakim memutuskan untuk mendiskualifikasi atlet yang melanggar peraturan.
3.Pada kontes kecantikan, peserta yang tidak memenuhi syarat fisik akan mendiskualifikasi dari kompetisi.
4.Dalam suatu organisasi, seseorang yang melakukan tindakan tidak etis dapat mendiskualifikasi dari posisinya.
5.Pada suatu kompetisi akademik, peserta yang tidak memenuhi syarat akademik akan mendiskualifikasi dari perlombaan.

📚 Artikel terkait kata "diskualifikasi"

Mengenal Kata 'diskualifikasi' - Inspirasi dan Motivasi

Arti Diskualifikasi: Apa Itu dan Kapan Digunakan?

Diskualifikasi adalah istilah yang sering digunakan dalam berbagai konteks, baik dalam olahraga, hukum, maupun kehidupan sehari-hari. Dalam arti resmi, diskualifikasi berarti pelarangan seseorang atau sebuah regu untuk bertanding karena melanggar peraturan pertandingan. Namun, konsep ini lebih luas dan komplex daripada itu. Dalam sejarah, diskualifikasi digunakan sebagai cara untuk mengatur perilaku atlet dan tim dalam kompetisi olahraga. Misalnya, pada tahun 1900, diskualifikasi pertama kali digunakan dalam Olimpiade Paris, di mana atlet yang ditemukan melakukan doping dikeluarkan dari kompetisi. Sejak itu, diskualifikasi menjadi bagian penting dalam aturan olahraga internasional. Dalam kehidupan sehari-hari, diskualifikasi juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, seseorang yang ditemukan melakukan kesalahan dalam pekerjaannya mungkin akan diskualifikasi dari posisinya. Atau, atlet yang terbukti melakukan doping mungkin akan diskualifikasi dari kompetisi. Dalam beberapa kasus, diskualifikasi juga digunakan sebagai cara untuk menghindari konflik kepentingan. Misalnya, seorang hakim yang terlibat dalam kasus yang sama mungkin akan diskualifikasi dari menjalani kasus tersebut untuk menghindari konflik kepentingan. Dalam budaya Indonesia modern, diskualifikasi juga digunakan dalam berbagai konteks. Misalnya, dalam politik, seseorang yang ditemukan melakukan korupsi mungkin akan diskualifikasi dari posisinya. Atau, dalam kompetisi olahraga, atlet yang terbukti melakukan doping mungkin akan diskualifikasi dari kompetisi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa diskualifikasi adalah istilah yang luas dan komplex, yang digunakan dalam berbagai konteks untuk mengatur perilaku seseorang atau sebuah regu.