Arti Kata "ikhtiosarkotoksisme" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "ikhtiosarkotoksisme" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

ikhtiosarkotoksisme

ikh·ti·o·sar·ko·tok·sis·me n Dok keracunan akibat makan ikan beracun

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "ikhtiosarkotoksisme"

📝 Contoh Penggunaan kata "ikhtiosarkotoksisme" dalam Kalimat

1.Makanan laut di daerah tersebut perlu dihindari karena khawatir mengalami ikhtiosarkotoksisme.
2.Ikan beracun yang ditemukan di pantai tersebut dapat menyebabkan ikhtiosarkotoksisme jika dimakan tanpa pengolahan yang tepat.
3.Pengalaman mengalami ikhtiosarkotoksisme membuat saya sangat berhati-hati dalam memilih makanan laut.
4.Pengawasan kualitas air laut sangat penting untuk mencegah ikhtiosarkotoksisme di daerah tersebut.
5.Kemunculan ikhtiosarkotoksisme di daerah pantai menjadi perhatian berbagai organisasi lingkungan untuk melakukan penelitian dan pengembangan solusi.

📚 Artikel terkait kata "ikhtiosarkotoksisme"

Mengenal Kata 'ikhtiosarkotoksisme' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Ikhtiosarkotoksisme" - Bahaya Keracunan Ikan Beracun

Definisi dan Konteks

Ikhtiosarkotoksisme adalah kata yang digunakan untuk menjelaskan kondisi keracunan akibat makan ikan beracun. Istilah ini berasal dari bahasa Yunani, di mana "ikhtios" berarti ikan, "sar" berarti daging, dan "toxikos" berarti racun. Sejarahnya, istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1960-an untuk menggambarkan kasus keracunan akibat makan ikan yang telah terkontaminasi oleh zat beracun seperti thalassemia dan strychnine.

Contoh Penggunaan dalam Kalimat Alami

Ikhtiosarkotoksisme seringkali terjadi di daerah-daerah yang memiliki kebiasaan makan ikan sebagai sumber protein utama. Misalnya, di pantai-pantai di Indonesia, warga setempat seringkali makan ikan segar sebagai menu utama. Namun, jika ikan tersebut telah terkontaminasi oleh zat beracun, maka dapat menyebabkan keracunan yang berakibat pada kematian. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ikan yang dikonsumsi aman dan tidak terkontaminasi oleh zat beracun. Contoh lainnya adalah pada tahun 2016, terjadi kasus ikhtiosarkotoksisme di Jepang yang menyebabkan 46 orang meninggal dan lebih dari 1.000 orang terkena keracunan. Kasus ini disebabkan oleh makanan ikan yang telah terkontaminasi oleh zat beracun seperti thalassemia. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa makanan yang dikonsumsi aman dan tidak terkontaminasi oleh zat beracun.

Relevansi dalam Kehidupan Sehari-hari

Ikhtiosarkotoksisme tidak hanya berdampak pada individu yang mengonsumsi ikan beracun, tetapi juga dapat berdampak pada masyarakat secara keseluruhan. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa ikan yang dikonsumsi aman dan tidak terkontaminasi oleh zat beracun. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memastikan bahwa ikan yang dikonsumsi telah melewati proses pengawasan yang ketat dan telah diuji untuk mengetahui apakah terkontaminasi oleh zat beracun atau tidak. Dalam budaya Indonesia modern, ikhtiosarkotoksisme merupakan salah satu contoh bahaya yang dapat terjadi jika kita tidak memperhatikan keamanan makanan. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang bahaya ikhtiosarkotoksisme dan cara-cara untuk mencegahnya.