Arti Kata "yang merah saga" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "yang merah saga" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

yang merah saga

Peribahasa yang indah dan yang baik ialah budi bahasa, bukan rupa atau wajah

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "yang merah saga"

📝 Contoh Penggunaan kata "yang merah saga" dalam Kalimat

1.Dalam kehidupan sehari-hari, budi bahasa lebih penting daripada wajah yang merah saga.
2.Di sekolah, guru mengingatkan siswa bahwa budi bahasa yang baik lebih baik dari pada rupa yang merah saga.
3.Dalam hubungan antar manusia, budi bahasa yang indah dan yang baik ialah yang merah saga, bukan wajah yang tampan.
4.Karena budi bahasa yang baik adalah modal utama dalam kehidupan, jangan mencari kebaikan di wajah yang merah saga.
5.Dalam dunia politik, budi bahasa yang indah dan yang baik sangat penting, bukan wajah yang merah saga yang menarik.

📚 Artikel terkait kata "yang merah saga"

Mengenal Kata 'yang merah saga' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "yang merah saga" - Inspirasi dan Motivasi

Kata "yang merah saga" merupakan peribahasa yang indah dan bijak dalam bahasa Indonesia. Dalam konteks sejarah dan budaya, peribahasa ini memiliki makna yang dalam, yaitu bahwa **budi bahasa** dan **kebajikan** adalah hal yang lebih penting daripada **rupa** atau **wajah**. Dalam masyarakat tradisional, seseorang yang memiliki budi bahasa yang baik dan bijaksana dihargai lebih daripada seseorang yang hanya memiliki penampilan yang menarik.

Contoh Penggunaan dalam Kehidupan Sehari-Hari

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melihat betapa pentingnya memiliki **budi bahasa yang baik**. Sebagai contoh, ketika kita berinteraksi dengan seseorang yang memiliki **wajah yang kurang menarik**, tetapi memiliki **budi bahasa yang baik**, kita akan merasa lebih nyaman dan dihargai. Demikian pula, ketika kita berhadapan dengan seseorang yang memiliki **rupa yang menarik**, tapi memiliki **budi bahasa yang buruk**, kita akan merasa tidak nyaman dan tidak dihargai. Oleh karena itu, kita harus selalu mengutamakan **budi bahasa** daripada **rupa** atau **wajah**.

Relevansi dalam Kehidupan Modern

Dalam dunia modern, peribahasa "yang merah saga" masih relevan dan penting. Dalam era digital, kita seringkali terjebak dalam kebiasaan memperhatikan **rupa** atau **wajah** orang lain, seperti pada platform media sosial. Namun, kita harus ingat bahwa **budi bahasa** dan **kebajikan** adalah hal yang lebih penting daripada **rupa** atau **wajah**. Oleh karena itu, kita harus selalu berusaha untuk memiliki **budi bahasa yang baik** dan **kebajikan** yang tinggi, sehingga kita dapat menjadi orang yang lebih baik dan dihargai oleh masyarakat.