Arti Kata "difluensi" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "difluensi" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

difluensi

dif·lu·en·si /difluénsi/ n Mat bentuk garis angin atau isobar yg memancar

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "difluensi"

📝 Contoh Penggunaan kata "difluensi" dalam Kalimat

1.Peta cuaca menunjukkan pola difluensi angin yang kuat di wilayah pesisir.
2.Teknik meteorologi menggunakan difluensi untuk memprediksi arah angin di laut.
3.Dalam peta hidrologi, garis difluensi menunjukkan tekanan air yang berbeda.
4.Pengukuran tekanan udara menunjukkan difluensi isobar yang unik di daerah tropis.
5.difluensi garis angin di peta meteorologi membantu memahami pola cuaca di daerah.

📚 Artikel terkait kata "difluensi"

Mengenal Kata 'difluensi' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "Difluensi" - Fenomena Geografis yang Terkadang Lupa

Dalam dunia geografi, difluensi adalah konsep yang mencakup fenomena alam yang menarik. Difluensi, dalam arti resmi, adalah garis angin atau isobar yang memancar. Konsep ini muncul sebagai jawaban atas fenomena alam yang kompleks, terutama dalam konteks topografi dan iklim. Dalam sejarah, difluensi sering digunakan dalam konteks geografi untuk memahami pola aliran angin, arus laut, dan juga pola curah hujan. Dalam kehidupan sehari-hari, kata difluensi mungkin tidak terdengar sering, tetapi di dalam bidang geografi dan meteorologi, kata ini sangat penting. Berikut beberapa contoh kalimat yang menggunakan kata difluensi: "Garis difluensi yang memancar di atas laut menyebabkan angin kencang di pantai," atau "Difluensi yang terjadi di wilayah ini membuat curah hujan meningkat drastis." Dalam kedua contoh di atas, kata difluensi digunakan untuk menjelaskan fenomena alam yang kompleks dan menarik. Dalam konteks budaya Indonesia modern, kata difluensi tidak terlalu sering digunakan, tetapi konsep ini tetaplah penting. Dalam kehidupan sehari-hari, kita seringkali melihat fenomena alam yang kompleks, seperti perubahan cuaca atau pola curah hujan. Dalam hal ini, memahami konsep difluensi dapat membantu kita memahami fenomena alam tersebut dengan lebih baik.