Arti Kata "diat" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diat" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diat

di·at kl n denda (berupa uang atau barang) yg harus dibayar krn melukai atau membunuh orang;
men·di·at·kan v memberikan uang (barang) untuk diat

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diat"

📝 Contoh Penggunaan kata "diat" dalam Kalimat

1.Pemuda itu harus membayar ganti rugi diat setelah melukai temannya.
2.Pengadilan memutuskan bahwa korban berhak menerima ganti rugi diat dari pelaku kecelakaan itu.
3.Di masyarakat, memberikan diat kepada orang yang melukai diri adalah praktik umum.
4.Menurut hukum adat, setiap seseorang harus membayar diat jika melakukan pelanggaran.
5.Pemilik mobil harus membayar diat kepada pengemudi lain yang terluka dalam kecelakaan itu.

📚 Artikel terkait kata "diat"

Mengenal Kata 'diat' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "diat" - Denda yang Harus Dibayar

Dalam bahasa Indonesia, kata "diat" memiliki makna yang cukup spesifik dan terkait dengan hukum. Kata ini pertama kali muncul pada abad ke-17 sebagai istilah dalam bahasa Belanda, yaitu "schade" yang berarti "kerugian" atau "denda". Pada saat itu, kata "diat" digunakan untuk menggambarkan denda yang harus dibayar karena melukai atau membunuh orang.

Denda yang Harus Dibayar

Dalam konteks hukum, kata "diat" digunakan untuk menggambarkan denda yang harus dibayar karena melanggar hukum. Misalnya, "Dia harus membayar diat Rp 1 juta karena membunuh seekor hewan peliharaan." atau "Pemilik mobil harus membayar diat Rp 500 ribu karena melakukan kecelakaan lalu lintas." Denda ini biasanya berupa uang, tetapi dapat juga berupa barang atau jasa.

Penggunaan Kata "diat" dalam Kehidupan Sehari-Hari

Kata "diat" juga digunakan dalam konteks sosial dan budaya. Misalnya, "Saya harus membayar diat kepada tetangga saya karena bunyi-bunyian yang saya buat pada malam hari." atau "Pengusaha harus membayar diat kepada masyarakat karena melakukan kegiatan yang tidak bertanggung jawab." Dalam konteks ini, kata "diat" digunakan untuk menggambarkan rasa bersalah atau tanggung jawab terhadap perbuatan yang tidak tepat.

Relevansi Kata "diat" dalam Budaya Indonesia Modern

Dalam budaya Indonesia modern, kata "diat" memiliki relevansi yang cukup penting. Dalam konteks hukum, kata ini digunakan untuk menggambarkan denda yang harus dibayar karena melanggar hukum. Dalam konteks sosial, kata ini digunakan untuk menggambarkan rasa bersalah atau tanggung jawab terhadap perbuatan yang tidak tepat. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memahami makna dan konteks penggunaan kata "diat" dalam bahasa Indonesia.