Arti Kata "diatesis medial" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "diatesis medial" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

diatesis medial

Istilah linguistik diatesis yang menunjukkan pelaku berbuat untuk dirinya sendiri; diatesis medial pasif Istilah linguistik diatesis yang menunjukkan bahwa subjek adalah tujuan dari perbuatan, misalnya ia bercukur; diatesis medial resiprokal Istilah linguistik diatesis yang menunjukkan subjek pluralis bertindak berbalasan atau subjek singularis bertindak berbalasan dengan komplemen, misalnya mereka berpukul-pukulan atau ia berpukul-pukulan dengan temannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "diatesis medial"

📝 Contoh Penggunaan kata "diatesis medial" dalam Kalimat

1.Pemuda itu memotong rambutnya sendiri di rumah.
2.Pemilik toko mengatakan bahwa pelanggan bercukur di salonnya.
3.Mereka berpukul-pukulan di lapangan sepak bola karena terjadi perselisihan.
4.Pakar psikologi menyarankan pasien untuk berbicara dengan dirinya sendiri.
5.Ibu meminta anaknya untuk membersihkan kamar sendiri setelah bermain.

📚 Artikel terkait kata "diatesis medial"

Mengenal Kata 'diatesis medial' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "diatesis medial" dalam Tantangan Bahasa

Diatesis medial adalah salah satu konsep linguistik yang membingungkan bagi banyak orang. Istilah ini sebenarnya telah ada dalam bahasa Indonesia selama berabad-abad, tetapi masih banyak yang belum paham maknanya. **Diatesis medial** sendiri merupakan istilah yang menunjukkan bahwa subjek melakukan sesuatu untuk dirinya sendiri. Contohnya, "Dia mandi" merupakan contoh kalimat yang menggunakan **diatesis medial**, karena subjek (dia) melakukan tindakan mandi untuk dirinya sendiri. Namun, **diatesis medial** juga dapat berarti bahwa subjek adalah tujuan dari perbuatan. Contohnya, "Ia bercukur" merupakan contoh kalimat yang menggunakan **diatesis medial**, karena subjek (ia) dianggap sebagai tujuan dari perbuatan bercukur. Selain itu, **diatesis medial** juga dapat berarti bahwa subjek bertindak berbalasan dengan komplemen. Contohnya, "Mereka berpukul-pukulan" merupakan contoh kalimat yang menggunakan **diatesis medial**, karena subjek (mereka) bertindak berbalasan dengan komplemen. Dalam kehidupan sehari-hari, **diatesis medial** memiliki banyak aplikasi. Contohnya, saat kita melakukan kegiatan olahraga, kita sering menggunakan **diatesis medial** untuk menggambarkan tindakan kita. Jika kita berlari, kita dapat mengatakan "Saya lari" atau "Dia berlari", yang keduanya menggunakan **diatesis medial**. Selain itu, **diatesis medial** juga digunakan dalam berbagai bidang, seperti sastra dan seni, untuk menggambarkan hubungan antara subjek dan obyek. Dengan demikian, **diatesis medial** merupakan konsep yang sangat penting dalam bahasa Indonesia. Dengan memahami maknanya, kita dapat meningkatkan kemampuan bahasa kita dan menggambarkan dunia sekitar dengan lebih efektif.