Arti Kata "desis" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "desis" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

desis

de·sis n bunyi yg lebih lembut dp desus (spt orang meniup atau berbisik);
men·de·sis v mengeluarkan bunyi desis

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "desis"

📝 Contoh Penggunaan kata "desis" dalam Kalimat

1.Dosen berbisik desis kepada murid agar tidak mengganggu pelajaran.
2.Suster berdesis kepada pasien agar tidak menyakiti dirinya sendiri.
3.Si kecil meniup sedotan dan mengeluarkan bunyi desis yang menyenangkan.
4.Pengajar memberikan instruksi kepada siswa agar mengeluarkan bunyi desis yang lembut saat berlatih membaca.
5.Dia berbisik desis ke telinga temannya supaya tidak terdengar gurunya.

📚 Artikel terkait kata "desis"

Mengenal Kata 'desis' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "desis" - Bunyi yang Lebih Lembut dari Desus

Kata "desis" memiliki makna yang unik dalam bahasa Indonesia, yaitu bunyi yang lebih lembut dibandingkan dengan desus. Bunyi ini seringkali dihasilkan oleh orang yang meniup atau berbisik. Dalam konteks sejarah bahasa Indonesia, kata "desis" pertama kali digunakan pada abad ke-19 sebagai bagian dari bahasa Indonesia yang berkembang. Kata "desis" memiliki variasi yang luas dalam penggunaannya dalam bahasa sehari-hari. Contohnya, jika seseorang berbicara dengan nada yang lembut, kita dapat mengatakan bahwa dia mengeluarkan bunyi desis. Misalnya, "Ayah berbisik kepada saya, 'Tidurlah sekarang, anak.'" Dalam kalimat ini, kata "desis" digunakan untuk menggambarkan bunyi yang lembut yang dihasilkan oleh ayah. Dalam kehidupan sehari-hari, kata "desis" memiliki relevansi yang signifikan. Ketika berbicara dengan orang yang sedang tidur atau tidak ingin terganggu, kita cenderung mengeluarkan bunyi desis untuk tidak mengganggu mereka. Misalnya, jika kita sedang berbicara di rumah dengan orang lain, kita dapat mengatakan, "Saya tidak ingin mengganggu ibu, jadi saya akan berbicara dengan nada desis." Dalam budaya Indonesia modern, kata "desis" seringkali digunakan dalam konteks komunikasi yang lebih santai dan lembut.