Arti Kata "dekosistem" Menurut KBBI

Arti kata, ejaan, dan contoh penggunaan kata "dekosistem" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).

dekosistem

de·ko·sis·tem /dékosistem/ n sistem hubungan timbal balik antara jasad hidup dan lingkungannya

Bantuan Penjelasan Simbol
a Adjektiva, Merupakan Bentuk Kata Sifat
v Verba, Merupakan Bentuk Kata Kerja
n Merupakan Bentuk Kata benda
ki Merupakan Bentuk Kata kiasan
pron kata yang meliputi kata ganti, kata tunjuk, atau kata tanya
cak Bentuk kata percakapan (tidak baku)
ark Arkais, Bentuk kata yang tidak lazim digunakan
adv Adverbia, kata yang menjelaskan verba, adjektiva, adverbia lain
-- Pengganti kata "dekosistem"

📝 Contoh Penggunaan kata "dekosistem" dalam Kalimat

1.Sistem ekosistem hutan hujan Amazon sangat kompleks dan sensitif terhadap perubahan iklim.
2.Kerja sama yang baik dengan komponen ekosistem lingkungan merupakan kunci keberhasilan proyek konservasi lingkungan.
3.Masyarakat pedesaan harus memahami dan menjaga keseimbangan ekosistem sumber daya alam setempat.
4.Dalam studi ekologi, peneliti mempelajari interaksi antara spesies dan komponen ekosistem lainnya.
5.Sistem ekosistem laut yang seimbang dapat menopang kehidupan berbagai spesies biota laut.

📚 Artikel terkait kata "dekosistem"

Mengenal Kata 'dekosistem' - Inspirasi dan Motivasi

Mengenal Kata "dekosistem" - Inspirasi dan Motivasi untuk Pengelolaan Lingkungan

Kata "dekosistem" merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan sistem hubungan timbal balik antara jasad hidup dan lingkungannya. Konsep ini telah ada sejak lama, tetapi semakin dikenal luas di masyarakat Indonesia modern. Dekosistem ini memiliki makna yang sangat penting dalam menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Dalam konteks historis, dekosistem telah menjadi fokus perhatian para ilmuwan dan aktivis lingkungan sejak pertengahan abad ke-20. Mereka menyadari bahwa hubungan timbal balik antara jasad hidup dan lingkungan memainkan peran kunci dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Konsep ini kemudian berkembang menjadi sebuah gerakan besar untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik dan berkelanjutan. Dalam kehidupan sehari-hari, dekosistem dapat dilihat dalam berbagai contoh. Misalnya, ketika kita membuang sampah ke tempat pembuangan akhir, kita telah berpartisipasi dalam sistem hubungan timbal balik antara jasad hidup dan lingkungan. Sampah kita yang dibuang kemudian akan diuraikan oleh mikroorganisme, sehingga menghasilkan nutrisi yang dapat digunakan oleh tumbuhan. Dalam hal ini, dekosistem menggambarkan hubungan timbal balik antara manusia, lingkungan, dan mikroorganisme. Contoh lain adalah pada saat kita melakukan pengelolaan air dengan cara mengumpulkan air hujan dan menggunakannya untuk irigasi. Dalam hal ini, dekosistem menggambarkan hubungan timbal balik antara air hujan, tanah, dan tumbuhan. Air hujan yang jatuh ke atas tanah kemudian akan diserap oleh akar tumbuhan, sehingga memberikan nutrisi yang diperlukan bagi pertumbuhan tumbuhan. Dalam budaya Indonesia modern, dekosistem telah menjadi semakin populer sebagai inspirasi dan motivasi untuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Masyarakat Indonesia semakin menyadari pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan keseimbangan ekosistem. Dekosistem telah menjadi sebuah simbol untuk mengingatkan kita akan pentingnya menjaga hubungan timbal balik antara jasad hidup dan lingkungan.